Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua Remaja Palestina Tewas Ditembak dalam Serangan di Tepi Barat

Dua Remaja Palestina Tewas Ditembak dalam Serangan di Tepi Barat
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)
  • Dua remaja Palestina, Khalil Abu Alia (16) dan Omar al-Nassan (19), tewas ditembak saat pemukim, polisi, dan tentara Israel memasuki desa al-Mughayyir, Tepi Barat.
  • Militer Israel mengklaim operasi itu untuk mengambil domba pemukim dan menembak setelah warga melempar batu; laporan menyebut Abu Alia ditembak tentara, sementara pelaku penembakan al-Nassan belum jelas.
  • PBB mengecam pembunuhan tersebut dan mendesak Israel mencegah kekerasan serta meminta pelaku bertanggung jawab; OCHA mencatat 79 warga Palestina tewas di Tepi Barat sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dua remaja laki-laki Palestina tewas akibat serangan yang dilakukan oleh para pemukim dan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Peristiwa tersebut terjadi di desa al-Mughayyir pada Rabu (2/9/2026).

Dilansir The Guardian, para korban diidentifikasi sebagai Khalil Abu Alia dan Omar al-Nassan, yang masing-masing berusia 16 dan 19 tahun. Warga setempat dan aktivis Israel mengatakan, keduanya dibunuh saat sekelompok pemukim ilegal memasuki desa dengan pengawalan polisi dan militer untuk mencuri puluhan ekor domba dari sebuah rumah milik warga Palestina.

Abu Alia sedang berdiri di ambang pintu rumahnya ketika ia ditembak di bagian leher oleh seorang penembak jitu yang mengambil posisi di atap bangunan. Sementara itu, al-Nassan ditembak dua kali, dengan tembakan kedua mengenai punggungnya. Keduanya dinyatakan meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

  1. 1. Militer Israel klaim mereka datang untuk mengambil domba milik pemukim yang dicuri

    tentara Israel
    tentara Israel (Picture taken by Justin McIntosh,, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

    Juru bicara militer Israel mengatakan, polisi, tentara dan pemukim Israel memasuki desa al-Mughayyir untuk mengambil domba milik para pemukim dari rumah warga Palestina tanpa memberi bukti kepemilikan ataupun dugaan pencurian tersebut. Pasukan Israel kemudian melepaskan tembakan setelah warga Palestina mencegah pengambilan domba tersebut dengan melemparkan batu dan batako.

    "Pasukan merespons dengan menembaki para provokator utama guna melenyapkan ancaman. Tembakan dipastikan mengenai sasaran," ujarnya.

    Laporan menyebutkan bahwa Abu Alia tewas akibat tembakan tentara. Namun, belum jelas siapa pelaku penembakan al-Nassan.

  2. 2. PBB kecam pembunuhan warga sipil Palestina di al-Mughayyir

    ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat
    ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Dilansir Anadolu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mengecam pembunuhan dua warga sipil Palestina di al-Mughayyir. Lembaga internasional itu menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim Israel.

    “Kami menyatakan keprihatinan yang sangat besar atas kekerasan yang terus dilakukan oleh para pemukim, yang tampaknya bebas melakukan serangan membabi-buta terhadap warga sipil Palestina, harta benda mereka dan cara hidup mereka," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Kamis (3/9/2026).

    Ia pun mendesak otoritas Israel untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah kekerasan lebih lanjut serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

  3. 3. Israel bunuh 79 warga Palestina di Tepi Barat sepanjang 2026

    protes bela Palestina di Amerika Serikat
    protes bela Palestina di Amerika Serikat (unsplash.com/Hugo Breyer)

    Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sejak awal 2026, sedikitnya 79 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, telah tewas di Tepi Barat yang diduduki akibat serangan pemukim maupun pasukan Israel. Sebanyak 1.870 orang lainnya juga mengalami luka-luka

    Pada akhir Agustus 2026, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Dr. Ramiz Alakbarov, mengatakan bahwa serangan yang dilakukan para pemukim Israel terus terjadi, sementara hampir tidak ada seorang pun yang diminta pertanggungjawaban.

    Dilansir Al Jazeera, sejumlah pakar, termasuk Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, telah beberapa kali menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut memenuhi definisi pogrom, yaitu serangan terorganisasi terhadap kelompok minoritas tertentu, yang sering kali didukung oleh negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More