Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dubes Rusia: 4 Pertemuan Prabowo-Putin Perkuat Hubungan Dua Negara
Perayaan National Day Rusia di Jakarta, dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Dubes Rusia Sergei Tolchenov menegaskan hubungan Indonesia-Rusia makin kuat setelah 76 tahun kerja sama, mencakup politik, ekonomi, keamanan, dan kemitraan strategis yang disepakati Putin-Prabowo.
  • Empat pertemuan antara Presiden Putin dan Presiden Prabowo dalam setahun terakhir memperkuat komunikasi bilateral serta membuka jalan bagi implementasi berbagai kesepakatan strategis kedua negara.
  • Kerja sama ekonomi tumbuh lewat Komisi Bersama Rusia-Indonesia dan rencana FTA Indonesia-EAEU, sementara koordinasi di forum global seperti PBB, BRICS, dan G20 menunjukkan kesamaan pandangan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo dan Presiden Putin sudah bertemu empat kali dan mereka jadi makin akrab. Kata Pak Dubes Rusia, sekarang Indonesia dan Rusia kerja sama di banyak hal, seperti dagang, keamanan, dan belajar bareng. Mereka juga sering ngobrol di tempat besar dunia. Sekarang dua negara itu makin kompak dan mau terus bersahabat lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan hubungan Rusia dan Indonesia memasuki fase yang semakin kuat setelah kedua negara membangun kemitraan strategis dalam berbagai bidang. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama 76 tahun kini berkembang tidak hanya dalam sektor politik, tetapi juga ekonomi, perdagangan, keamanan, hingga kerja sama multilateral.

Pernyataan itu disampaikan Tolchenov saat perayaan Hari Nasional Rusia (Russia Day) di Jakarta, Senin (29/6/2026) malam.

Menurut Tolchenov, Indonesia menempati posisi khusus dalam kebijakan luar negeri Rusia. Ia mengatakan hubungan kedua negara dibangun di atas sejarah panjang yang mencakup dukungan Rusia terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Ia juga menilai deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto tahun lalu menjadi fondasi penting bagi penguatan hubungan kedua negara pada masa mendatang.

1. Empat pertemuan Putin dan Prabowo jadi penanda hubungan erat

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin(bbc.com))

Tolchenov mengungkapkan intensitas komunikasi antara pemimpin kedua negara meningkat tajam dalam satu tahun terakhir. “Selama dua belas bulan terakhir, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto telah mengadakan empat kali pertemuan,” ujar Tolchenov.

Selain hubungan antarpemimpin negara, menurutnya, komunikasi antarlembaga legislatif juga semakin aktif. Ia mencontohkan kunjungan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin ke Rusia beberapa waktu lalu sebagai bagian dari penguatan diplomasi parlemen.

Tolchenov menyebut hubungan yang semakin erat tersebut menjadi modal penting bagi implementasi berbagai kesepakatan strategis yang telah dicapai kedua negara.

2. Perdagangan hingga investasi kedua negara terus berkembang

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov saat memberikan pidato di National Day Rusia di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla)

Di bidang ekonomi, Tolchenov mengatakan Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Kerja Sama Teknik menjadi motor utama penguatan hubungan bilateral.

Ia menyebut pertemuan terakhir komisi tersebut yang berlangsung di Kazan pada Mei lalu menghasilkan sejumlah kesepakatan yang diharapkan segera diwujudkan, termasuk melalui implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA) yang ditandatangani pada Desember 2025.

“Perdagangan kedua negara terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Kalangan dunia usaha juga semakin tertarik membangun hubungan langsung di sektor energi, transportasi laut, perkapalan, industri kimia dan pupuk, pertanian, teknologi informasi, farmasi, pariwisata, pendidikan, serta kebudayaan,” katanya.

Tolchenov bahkan optimistis dalam waktu dekat akan muncul sejumlah kontrak besar maupun proyek bersama antara pelaku usaha kedua negara.

3. Rusia dan Indonesia miliki saling paham forum global

Menlu Sugiono hadiri FMM BRICS di New Delhi, India. (AFP/ARUN SANKAR)

Selain ekonomi, Tolchenov mengatakan Rusia dan Indonesia memiliki kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional. Menurutnya, kedua negara terus berkoordinasi di berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), BRICS, dan G20.

“Hal ini memungkinkan kita bersama-sama menentang tindakan sepihak dari sekelompok kecil negara yang mencoba memaksakan praktik-praktik neo-kolonial,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Tolchenov mengutip semboyan Indonesia “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh” sebagai gambaran hubungan kedua negara.

“Saya yakin persahabatan, saling pengertian, dan kerja sama yang saling menguntungkan antara negara kita akan terus semakin kuat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Editorial Team

Related Article