kapal AS membersihkan ranjau di Selat Hormuz (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)
Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, menyebut penerapan tol laut yang diwajibkan di Selat Hormuz akan menjadi sebuah bencana besar. Meski begitu, sejumlah menteri Inggris menyadari bahwa sistem pembayaran untuk layanan navigasi tertentu memang diperbolehkan di jalur perairan alami.
Sistem serupa telah lama diterapkan di wilayah Selat Malaka dan Selat Inggris. Oman bersama sejumlah pengacara Inggris kini telah menyusun proposal yang mengadaptasi prinsip Selat Malaka untuk diterapkan di Hormuz.
Pemerintah Muskat juga telah menawarkan pengiriman pakar hukum mereka ke Teheran untuk menjelaskan rencana tersebut. Proposal ini berupaya menciptakan mekanisme sukarela guna mengatasi risiko kelautan secara bersama-sama.
"Kami melihat adanya manfaat dalam menjajaki pengaturan sukarela yang berkaitan dengan layanan dukungan navigasi yang dapat lebih meningkatkan keselamatan dan keamanan maritim, melindungi lingkungan laut, mengurangi risiko polusi dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat maritim," kata delegasi Oman, Khamis bin Mohammed Al Shamakhi, dilansir The Guardian.