Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaji Belum Dibayar, Dosen di Kampus Iran Ancam Stop Mengajar
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
  • Serikat Buruh Akademik Iran mengancam menghentikan seluruh aktivitas akademik kampus negeri mulai 1 Oktober jika pemerintah tak membayar gaji dosen dan tenaga kependidikan sebelum 22 September.
  • Meski pemerintah telah menetapkan kenaikan gaji, dosen mengaku belum menerima pembayaran. Serikat menilai implementasi kebijakan dan perencanaan anggaran pendidikan Iran bermasalah.
  • Kementerian Ilmu Pengetahuan Iran mengakui kesulitan membayar gaji dan menyebut masalah telah disampaikan kepada Presiden Masoud Pezeshkian, di tengah ekonomi melemah akibat perang serta sanksi AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Para dosen yang ada di universitas negeri di Iran mengancam akan berhenti mengajar dan menghentikan aktivitas akademik di kampus karena gaji mereka tidak kunjung dibayar pemerintah. Ancaman itu tertuang di dalam pernyataan bersama yang dirilis Serikat Buruh Akademik Iran pada Kamis (3/9/2026). 

Serikat Buruh Akademik Iran memberikan tenggat waktu kepada Pemerintah Iran sampai 22 September mendatang. Dalam tenggat waktu tersebut, mereka meminta pemerintah untuk segera membayar gaji para dosen, profesor, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di kampus negeri. Jika tidak, maka semua aktivitas akademik di seluruh kampus negeri di Iran akan dihentikan mulai 1 Oktober mendatang.  

1. Iran sudah membuat kebijakan kenaikan gaji dosen

ilustrasi dosen (pexels.com/ICSA)

Sebetulnya, Pemerintah Iran sudah membuat kebijakan untuk menaikkan gaji dosen dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di seluruh universitas negeri mereka. Namun, para dosen mengaku masih belum menerima gaji hingga saat ini. Mereka menuduh Pemerintah Iran sudah gagal dalam mengimplementasikan kebijakan kenaikan gaji para dosen dan tenaga kependidikan. 

Di samping itu, para dosen juga menilai bahwa perencanaan anggaran pendidikan yang dibuat Iran kurang baik. Sebab, jika perencanaan anggaran dibuat dengan alokasi yang terstruktur dan jelas, maka gaji para dosen tidak akan jadi korbannya. Oleh karena itu, para dosen mengaku sangat menyayangkan hal ini harus terjadi kepada mereka. Sebab, gaji dosen seharusnya tidak boleh terlambat dibayarkan agar kegiatan akademik di Iran bisa tetap berjalan. 

2. Serikat Buruh Akademik Iran sudah melakukan negosiasi dengan pemerintah

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Serikat Buruh Akademik Iran mengaku sudah melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat soal masalah ini. Mereka mengaku sudah melakukan upaya ini selama berbulan-bulan. Kendati demikian, Kementerian Ilmu Pengetahuan Iran hingga kini belum melakukan tindakan apa pun yang mengubah keadaan. Sebab, gaji para dosen masih belum dibayarkan. 

Pada Agustus lalu, Mehdi Pendar, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan Iran untuk Urusan Administrasi dan Keuangan, mengakui pihaknya saat ini memang sedang kesulitan membayar gaji dosen. Kendati demikian, Pendar mengatakan pihaknya sudah menyampaikan masalah ini ke Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, untuk mencari solusi bersama. Pendar menambahkan bahwa Kementerian Ilmu Pengetahuan Iran tidak akan tinggal diam dan pasti akan segera membayar gaji dosen dan tenaga kependidikan lainnya. 

3. Kondisi ekonomi Iran sedang menurun hingga tidak bisa membayar gaji dosen

ilustrasi penurunan kondisi ekonomi (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Kondisi ekonomi Iran sendiri saat ini memang sedang menurun. Hal ini disebabkan oleh perang dengan Amerika Serikat (AS) yang hingga kini belum usai. Bahkan, perang antara Teheran dan Washington kembali meletus pada pekan lalu. Inilah yang pada akhirnya membuat Iran kesulitan untuk membayar gaji dosen. Masalah ini juga diperparah dengan sanksi ekonomi AS yang semakin mencekik.

Selain sulit membayar gaji dosen, Iran juga dikabarkan sedang kesulitan membayar gaji tentara dan polisi. Kabar itu disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, hal tersebut terjadi karena sanksi ekonomi terbaru AS yang ditetapkan melalui operasi Economic Outcast. 

"Iran secara resmi adalah negara gagal. Negara itu sudah mati! Mereka tidak punya Angkatan Laut, mereka tidak punya Angkatan Udara, mereka tidak punya mata uang, mereka tidak membayar tentara atau polisi mereka," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Fox News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article