Jakarta, IDN Times - Sebanyak 112 jenazah warga Palestina yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan akibat serangan Israel hampir 3 tahun lalu dimakamkan secara massal di kota Gaza pada Selasa (4/8/2026). Ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Jenazah anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna itu berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat pada akhir pekan lalu. Sebanyak 308 orang, termasuk 40 anak-anak, dilaporkan tewas saat serangan Israel menghantam rumah milik keluarga tersebut di kawasan Sabra pada 22 November 2023.
Dilansir The New Arab, tim Pertahanan Sipil Palestina mengatakan sekitar 157 orang masih dinyatakan hilang, baik karena masih tertimbun reruntuhan maupun karena keberadaan mereka belum diketahui. Sebelumnya, sekitar 40 jenazah telah berhasil dievakuasi tidak lama setelah serangan terjadi.
"Satu-satunya 'kejahatan' para syuhada ini adalah mereka tetap teguh dan bertahan di rumah mereka, dengan keyakinan bahwa rumah-rumah tersebut akan melindungi mereka," kata salah seorang kerabat korban, Taysir al-Hassayna, usai salat jenazah.
