Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaza Gelar Pemakaman Massal bagi 112 Korban Serangan Israel pada 2023
demonstrasi bela Palestina (Matt Hrkac from Melbourne, Australia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Gaza menggelar pemakaman massal bagi 112 warga Palestina yang baru dievakuasi dari reruntuhan serangan Israel di Sabra pada November 2023, dihadiri ribuan warga.
  • Serangan terhadap rumah keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna dilaporkan menewaskan 308 orang, termasuk 40 anak; sekitar 157 orang masih hilang.
  • Pertahanan Sipil Palestina memperkirakan lebih dari 8.000 jenazah masih tertimbun, sementara total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 mencapai 73.375 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 112 jenazah warga Palestina yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan akibat serangan Israel hampir 3 tahun lalu dimakamkan secara massal di kota Gaza pada Selasa (4/8/2026). Ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman tersebut.

Jenazah anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna itu berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat pada akhir pekan lalu. Sebanyak 308 orang, termasuk 40 anak-anak, dilaporkan tewas saat serangan Israel menghantam rumah milik keluarga tersebut di kawasan Sabra pada 22 November 2023.

Dilansir The New Arab, tim Pertahanan Sipil Palestina mengatakan sekitar 157 orang masih dinyatakan hilang, baik karena masih tertimbun reruntuhan maupun karena keberadaan mereka belum diketahui. Sebelumnya, sekitar 40 jenazah telah berhasil dievakuasi tidak lama setelah serangan terjadi.

"Satu-satunya 'kejahatan' para syuhada ini adalah mereka tetap teguh dan bertahan di rumah mereka, dengan keyakinan bahwa rumah-rumah tersebut akan melindungi mereka," kata salah seorang kerabat korban, Taysir al-Hassayna, usai salat jenazah.

1. Jadi salah satu pemakaman massal terbesar di Gaza selama perang

ilustrasi warga Palestina di Gaza (pixabay.com/hosnysalah)

Dalam video, terlihat deretan peti jenazah yang diselimuti bendera Palestina diarak melintasi Kota Gaza, diiringi ribuan warga yang mengantarkan mereka ke peristirahatan terakhir. Spanduk-spanduk besar yang menampilkan foto para korban juga dipasang di lokasi pemakaman, disertai seruan untuk menghentikan serangan Israel di Gaza.

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, mengatakan bahwa pemakaman massal tersebut merupakan salah satu yang terbesar yang pernah digelar di Gaza sejak perang genosida Israel di wilayah itu meletus pada Oktober 2023. Menurutnya, pemakaman itu mencerminkan besarnya kehilangan yang dialami keluarga-keluarga Palestina yang telah menanti selama bertahun-tahun untuk memakamkan kerabat mereka.

Pemakaman massal itu juga memicu gelombang duka dari para peneliti, aktivis, dan pejuang hak asasi manusia Palestina. Banyak di antara mereka menyebut prosesi tersebut sebagai simbol penderitaan keluarga-keluarga yang hingga kini masih menunggu jenazah orang-orang tercinta mereka dievakuasi dari bawah reruntuhan.

“Hati mana yang bisa menahan rasa sakit ini?” kata peneliti Palestina, Mahmoud Hamed al-Aila.

2. Lebih dari 8 ribu jenazah diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan

kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sebagian jenazah yang tewas pada bulan-bulan pertama perang baru kini berhasil ditemukan menyusul gencatan senjata yang rapuh pada Oktober 2025. Kesepakatan tersebut memungkinkan tim penyelamat mengakses sejumlah wilayah yang porak-poranda.

Basal memperkirakan masih ada lebih dari 8 ribu jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah masih sangat sulit dilakukan akibat besarnya skala kehancuran dan kurangnya peralatan yang dibutuhkan.

"Kami membutuhkan kemampuan dan peralatan yang memadai untuk dapat masuk ke Gaza agar tim Pertahanan Sipil dapat menjalankan misi kemanusiaan ini," kata Basal, yang dikutip Al Jazeera.

Ia mengungkapkan bahwa tim penyelamat hingga kini masih terus melakukan pencarian di rumah-rumah lainnya yang hancur di seluruh Gaza. Meski demikian, tidak semua korban dapat berhasil ditemukan.

"Sebagian jenazah telah hilang. Sebagian lainnya hancur hingga menguap, dan ada pula yang tercerai-berai menjadi potongan-potongan sangat kecil sehingga proses identifikasi menjadi sangat sulit," tambahnya.

3. Lebih dari 73 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Meski adanya gencatan senjata tahun lalu, Israel masih terus melancarkan serangan di Gaza, yang menewaskan lebih dari 1.250 warga Palestina dan melukai 4 ribu lainnya. Total korban tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 kini telah mencapai 73.375 orang, dengan 174.220 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Perang tersebut juga telah merusak dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza. Sebagian besar dari 2 juta penduduk Palestina di wilayah tersebut kini mengungsi di tengah kondisi hidup yang sangat sulit.

Pada Selasa, Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza baru akan dimulai setelah Hamas selesai melucuti seluruh senjatanya.

“Penarikan Israel di luar Yellow Line hanya akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata selesai, sebagaimana telah dikomitmenkan Hamas kepada para mediator,” kata dewan tersebut. Yellow Line sendiri merupakan batas posisi pasukan Israel di Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article