Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem yang menerpa Prancis selama musim panas memicu lonjakan angka kematian berlebih hingga mencapai 7.300 jiwa pada Rabu (19/8/2026). Fenomena cuaca ekstrem tersebut melanda sebagian besar wilayah negara dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Pemerintah setempat terus berupaya mengambil langkah penanganan darurat guna meminimalkan dampak krisis kesehatan masyarakat. Otoritas terkait juga mengoperasikan berbagai fasilitas perlindungan warga di ruang publik untuk mencegah timbulnya korban jiwa tambahan.
