Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa M 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas dan 65 Terluka
Gempa Bumi (unsplash.com/Jens Aber)
  • Gempa magnitudo 7 di barat daya Tibet menewaskan 16 orang di Kabupaten Baqen dan melukai 65 orang, termasuk 11 korban dengan cedera serius.
  • Guncangan merusak sedikitnya 339 rumah dan 20 kandang ternak, serta memutus listrik, komunikasi seluler, dan akses transportasi akibat longsor di sekitar Jalan Raya Nasional 317.
  • Lebih dari 12.000 warga dievakuasi ke penampungan; ratusan personel dikerahkan setelah gempa dangkal di Nagqu diikuti lebih dari 410 gempa susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jumlah korban luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 di barat daya Tibet, China, dilaporkan bertambah menjadi 65 orang per Jumat (23/10/2026). Sementara itu, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia tidak bertambah dan tetap berjumlah 16 jiwa.

Menanggapi bencana tersebut, pemerintah pusat bersama aparat wilayah otonom langsung mengerahkan ratusan personel tanggap darurat dan kepolisian ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses evakuasi. Tim penyelamat terus menyisir lokasi reruntuhan guna mengevakuasi warga serta mendistribusikan bantuan logistik penting di tengah beratnya kondisi medan dataran tinggi.

1. Rincian korban dan kerusakan bangunan di kawasan episentrum

Data resmi pemerintah daerah per 23 Oktober mencatat sebanyak 65 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 11 orang menderita cedera serius dan puluhan lainnya mengalami luka ringan. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa seluruh 16 korban jiwa yang terdata berasal dari wilayah Kabupaten Baqen.

Guncangan gempa yang kuat tersebut merobohkan serta merusak sedikitnya 339 rumah penduduk dan sekitar 20 kandang ternak di zona episentrum bencana.

"Guncangan gempa terasa sangat kuat hingga menimbulkan retakan yang cukup parah pada dinding gedung kantor pemerintahan kecamatan," ujar pejabat lokal Kecamatan Maru, Lhawang Dagpo, dilansir Channel News Asia.

Selain merusak kawasan permukiman warga, gempa berkedalaman dangkal ini juga memicu pemadaman aliran listrik serta memutus jaringan komunikasi seluler di kawasan pusat administrasi kabupaten.

2. Operasi evakuasi belasan ribu warga ke kamp penampungan

Guna mendukung kelancaran operasi penyelamatan, Departemen Kepolisian Nagqu mengerahkan lebih dari 300 personel kepolisian lalu lintas dan petugas patroli komunitas untuk mengamankan jalur logistik serta memimpin pertolongan pertama. Petugas terus menyisir puing-puing bangunan sepanjang malam, didukung oleh 347 personel pemadam kebakaran regional dan tim medis militer yang menggunakan kendaraan taktis.

Hingga saat ini, lebih dari 12.000 penduduk telah dievakuasi menuju kamp-kamp penampungan sementara. Untuk melindungi para pengungsi dari cuaca dingin yang ekstrem di wilayah dataran tinggi, otoritas penanggulangan bencana mendistribusikan 1.000 unit rumah siap pasang, 3.200 tenda darurat, 2.800 kasur lipat, pakaian hangat, selimut tebal, serta kompor pemanas ruangan.

3. Catatan seismik gempa dangkal terkuat di China sejak awal 2024

Pusat gempa berada di kawasan Nagqu, sebuah wilayah berpenduduk jarang yang terletak pada ketinggian rata-rata 4.800 meter di atas permukaan laut. Peristiwa ini tercatat sebagai gempa bumi terkuat di China sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang kawasan pegunungan Xinjiang pada Januari 2024 lalu.

Pusat Jaringan Gempa Bumi China (CENC) melaporkan bahwa hiposentrum gempa berada pada kedalaman dangkal sekitar 10 hingga 18 kilometer, yang kemudian diikuti oleh lebih dari 410 gempa susulan. Kuatnya getaran juga memicu tanah longsor di perbukitan sekitar hingga merusak pagar pembatas dan sempat melumpuhkan akses transportasi di Jalan Raya Nasional 317. Secara geografis, kawasan Dataran Tinggi Tibet tergolong rentan terhadap aktivitas seismik akibat tumbukan lempeng benua India dan Eurasia yang membentuk sesar aktif di sekitar pegunungan Himalaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article