potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)
Sejak 2015, Houthi dan Arab Saudi memang sudah bersitegang. Keduanya kerap melakukan aksi saling serang karena sejumlah hal. Dalam melakukan serangan ke Houthi, Arab Saudi dibantu oleh pasukan militer Yaman. Namun, Houthi dan Arab Saudi sepakat melakukan gencatan senjata pada 2022.
Sayangnya, ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat pada 20 Juli lalu. Ketika itu, Houthi memutuskan untuk melakukan blokade maritim terhadap semua kapal Arab Saudi yang berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran yang terus diserang AS. Sebab, Riyadh merupakan salah satu sekutu setia Washington. Ada banyak markas militer AS di Arab Saudi yang selama ini dipakai untuk menggempur Iran.
Alih-alih mentaati blokade, Arab Saudi justru tetap membiarkan kapal komersialnya berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Hal inilah yang lantas memicu amarah Houthi. Akhirnya, Houthi memutuskan untuk menyerang kapal Arab Saudi yang sedang berlayar di selat tersebut pada 22 Juli. Dilansir Al Jazeera, Arab Saudi lantas menggempur situs militer Houthi di Yaman sebagai balasan pada 24 Juli.