Jakarta, IDN Times - Fenomena Super El Nino yang mengancam dunia saat ini diperkirakan menjadi yang paling dahsyat dalam kurun waktu 500 tahun terakhir. Bahkan, diperkirakan fenomena alam ini menjadi peristiwa cuaca paling ekstrem yang dialami oleh umat manusia.
Hal itu diungkapkan oleh ahli meteorologi Ryan Maue. Maue mengutip data dari Pusat Prakiraan Cuaca Eropa, turut menyinggung musim dingin vulkanik (volcanic winter) yang bakal muncul ketika Super El Nino terjadi. Musim dingin vulkanik yaitu penurunan suhu udara global yang drastis akibat letusan gunung berapi yang sangat eksplosif, hingga melontarkan abu vulkanik dan gas sulfur dioksida dalam jumlah besar ke lapisan stratosfer.
"Fenomena Super El Nino mungkin menjadi yang paling dahsyat menghantam dunia dalam kurun waktu 500 hingga 1.000 tahun terakhir. Ini bisa jadi merupakan peristiwa cuaca atau iklim global yang dialami oleh umat manusia," demikian cuitan Maue di akun media sosialnya, dikutip Kamis (6/8/2026).
Dalam cuitan berikutnya, Maue mengunggah foto yang menunjukkan anomali suhu dan curah hujan yang diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
"Model tersebut memprediksi musim dingin yang hangat untuk Kanada dan Amerika Serikat bagian Utara. Sementara negara bagian Selatan di sekitar Teluk menghadapi ancaman badai es yang sangat basah dan lebih dingin dari biasanya," tutur dia.
El Nino diperkirakan akan menguat hingga akhir tahun. Bahkan, ahli yakin fenomena itu akan bertahan hingga awal musim semi 2027.
