Jakarta, IDN Times - Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) mematuhi semua syarat yang mereka berikan. Pernyataan itu disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Minggu (9/8/2026). Padahal, AS sudah berulang kali mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz agar perang bisa segera berakhir.
IRGC mengatakan, jika AS bersedia mematuhi semua syarat yang diberikan, mereka akan segera membuka Selat Hormuz secara penuh. Namun, kontrol di Selat Hormuz akan tetap dilakukan oleh Iran. Sebab, Iran menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah teritorialnya. Di sisi lain, Negeri Paman Sam menganggap selat tersebut sebagai perairan internasional sehingga semua kapal berhak berlayar di sana dengan bebas.
