Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Minyak Dunia Melonjak, Iran Syaratkan Pembukaan Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak, Iran Syaratkan Pembukaan Hormuz
ilustrasi pengeboran minyak di laut (pexels.com/GANESH RAMSUMAIR)
  • Harga Brent naik 1,09 persen menjadi 84,46 dolar AS per barel dan WTI naik 0,84 persen, setelah Iran mensyaratkan pencabutan sanksi serta ganti rugi perang untuk membuka Selat Hormuz.
  • Aktivitas kapal komersial di Selat Hormuz turun dari sekitar 130 menjadi 8–15 kapal per hari pada 4–6 Agustus, sementara konflik memicu 64 insiden kekerasan dan 17 kematian.
  • Meski risiko energi meningkat, bursa Asia menguat mengikuti rekor Wall Street; Nikkei naik hingga 2,1 persen, didorong meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN TimesHarga minyak dunia kembali menguat pada Senin (10/8/2026) setelah Iran menetapkan sejumlah syarat berat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Arus lalu lintas kapal di rute pelayaran vital tersebut hampir terhenti total sejak konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Sebelum krisis meluas, jalur sempit yang memisahkan Semenanjung Arab dan Iran ini menjadi urat nadi bagi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Berdasarkan laporan Anadolu Agency, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober naik 1,09 persen menjadi 84,46 dolar AS (sekitar Rp1,52 juta) per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September meningkat 0,84 persen ke posisi 78,84 dolar AS (sekitar Rp1,42 juta) per barel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, Selat Hormuz belum akan dibuka sampai Washington mencabut sanksi ekonomi dan membayar ganti rugi perang, sekaligus membantah klaim bahwa kesepakatan damai sudah dekat karena Teheran belum bernegosiasi langsung dengan AS. Di sisi lain, lembaga keuangan Westpac menilai rute strategis tersebut sejatinya masih efektif tertutup saat perang memasuki bulan keenamnya.

  1. 1. Aktivitas kapal merosot drastis di Selat Hormuz

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Iran Syaratkan Pembukaan Hormuz
    ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)

    Laporan Al Jazeera juga mencatat harga Brent untuk pengiriman Oktober berada di level 84,43 dolar AS (sekitar Rp1,52 juta) per barel pada pukul 04.30 GMT, atau melonjak sekitar 16 persen dibandingkan posisinya sebelum perang. Araghchi mengungkapkan, Iran dan Oman sebenarnya sudah makin dekat menuju kesepakatan pengelolaan jalur laut tersebut, namun Selat Hormuz bakal tetap diblokir sampai seluruh tuntutan Teheran dipenuhi AS.

    Data pemantauan MarineTraffic memperlihatkan penurunan drastis pada aktivitas perlintasan kapal komersial di kawasan tersebut. Jalur pelayaran yang biasanya ramai dilintasi sekitar 130 kapal setiap hari kini terpuruk dan hanya mencatat 8-15 kapal per hari pada periode 4–6 Agustus 2026.

  2. 2. Ketidakpastian diplomasi picu lonjakan risiko pasar global

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Iran Syaratkan Pembukaan Hormuz
    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Buntu dan tidak jelasnya proses diplomasi membuat para pelaku pasar global memilih bersikap lebih waspada dan berhati-hati.

    “Kurangnya pergerakan konkret, bersama dengan pertanyaan yang masih tersisa tentang detail practical dari setiap kesepakatan, menjaga premi risiko dalam harga. Setiap hari yang berlalu tanpa terobosan membuat para pedagang sedikit lebih berhati-hati,” kata Analis Pasar Utama KCM Trade Tim Waterer, dikutip Al Jazeera

    Persoalan hak navigasi di kawasan tersebut memicu serangkaian insiden keamanan berbahaya yang menimpa kapal-kapal dagang, meskipun hukum maritim internasional telah menjamin kebebasan navigasi. Iran secara tegas mengklaim haknya untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di wilayah itu serta memperingatkan akan menindak tegas kapal yang melintas tanpa izin resmi.

    Waterer menambahkan bahwa meski kesepakatan nantinya tercapai, komitmen diplomasinya tetap rentan goyah.

    “Bahkan jika kesepakatan akhirnya diumumkan, sejarah menunjukkan pemahaman ini dapat terbukti rapuh,” katanya, yang dinilai bakal menahan penurunan harga minyak secara signifikan.

    Terkait eskalasi keamanan, Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (8/8/2026) mengecam keras serangan rudal Iran terhadap kapal milik Abu Dhabi National Oil Company. Sementara itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat sedikitnya 64 insiden kekerasan dan 17 korban jiwa melayang di atas kapal komersial sejak konflik pecah.

  3. 3. Bursa saham Asia justru menguat mengekor rekor pasar AS

    Harga Minyak Dunia Melonjak, Iran Syaratkan Pembukaan Hormuz
    ilustrasi saham naik (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Uniknya, di tengah gejolak harga energi, bursa saham di kawasan Asia justru bergerak menguat pada Senin pagi. Indeks Nikkei 225 Jepang melambung 1,9 persen hingga 2,1 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,7 persen, dan Hang Seng Hong Kong terangkat sekitar 0,6 persen hingga 0,7 persen.

    Tren positif bursa Asia ini mengekor penutupan bursa saham AS yang sukses menorehkan rekor tertinggi pada Jumat (7/8/2026). Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Federal Reserve (The Fed) dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS yang berada di bawah perkiraan pasar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More