Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel tercatat melancarkan sedikitnya 453 inkursi darat ke Suriah dan menewaskan minimal 69 orang antara 8 Desember 2024 hingga 6 Oktober 2026. Laporan lembaga pemantau Syrian Network for Human Rights (SNHR) menyebutkan rangkaian operasi darat tersebut terkonsentrasi di Provinsi Quneitra dan Daraa, serta dalam skala yang lebih kecil di pedesaan Damaskus sejak runtuhnya rezim terdahulu.
Berdasarkan laporan yang dilansir Anadolu Agency, data itu mengemuka di tengah berlanjutnya kehadiran militer Israel di dalam dan sekitar zona penyangga di Suriah selatan sejak Desember 2024. Pasukan Pengamat Pelepasan PBB (UNDOF) pada 13 Desember 2024 menyatakan masuknya militer Israel ke zona penyangga dan bertahan di sejumlah posisi merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974.
