pemukim Israel di Tepi Barat, Palestina (מסתכלים לכיבוש בעיניים, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Panen zaitun tahunan merupakan tulang punggung pertanian dan sumber pendapatan utama bagi warga Palestina. Kementerian Pertanian Otoritas Palestina mencatat sektor ini menyumbang sekitar delapan persen produk domestik bruto (PDB) serta menyediakan lebih dari 60 ribu lapangan kerja.
Kelompok hak asasi Israel, Yesh Din, bersama Serikat Petani Palestina melaporkan musim panen zaitun 2026 menjadi periode paling brutal dalam sejarah terkini di Tepi Barat. Ratusan kasus pencurian hasil panen, bentrokan fisik, hingga pembakaran lahan milik warga Palestina terjadi di dekat pos-pos permukiman ilegal Israel.
"Pemerintahan Israel aktif mendorong pengusiran paksa komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat, menggunakan militernya untuk menghalangi akses warga Palestina ke tanah mereka dan mengintimidasi pihak yang mendampingi mereka," tutur Jill Jacobs dalam pernyataan resminya, dilansir The Independent.
Rentetan serangan pemukim Israel pada akhir pekan lalu turut menyasar warga asing yang berada di lokasi panen zaitun. Pemukim memukuli seorang jurnalis foto AS dari media The Washington Post pada Jumat (16/10/2026), lalu menyerang sejumlah diplomat Eropa dan seorang wali kota asal Prancis sehari setelahnya.
Kepolisian Israel mengumumkan penangkapan 10 orang yang diduga terlibat dalam insiden kekerasan akhir pekan tersebut pada Selasa. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah mendesak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menindak tegas gelombang kekerasan pemukim di Tepi Barat.