Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Lengser, Starmer Siapkan Rp7,12 Kuadriliun Perkuat Militer Inggris

Jelang Lengser, Starmer Siapkan Rp7,12 Kuadriliun Perkuat Militer Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (©UK Parliament/Jessica Taylor, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah Inggris menyiapkan investasi pertahanan hampir 300 miliar poundsterling untuk empat tahun ke depan guna memodernisasi militer dan menghadapi meningkatnya ancaman global.
  • Rencana ini memicu perdebatan internal hingga Menteri Pertahanan John Healey mundur, sementara NATO menyambut baik langkah Inggris menuju target belanja pertahanan 3,5 persen dari PDB.
  • Inggris berkomitmen menaikkan anggaran militer hingga 3,5 persen dari PDB pada 2035 dan akan mempresentasikan strategi modernisasi tersebut di KTT NATO di Ankara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Inggris menyiapkan investasi pertahanan hampir 300 miliar poundsterling (setara Rp7,12 kuadriliun) untuk empat tahun ke depan. Dana tersebut disiapkan untuk memodernisasi angkatan bersenjata sekaligus merespons meningkatnya ancaman global, berdasarkan laporan resmi pemerintah yang dirilis menjelang pergantian kepemimpinan.

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menjelaskan rencana itu merupakan kelanjutan dari kebijakan tahun lalu yang mengalihkan anggaran bantuan luar negeri ke sektor pertahanan. Belanja pertahanan tahunan Inggris ditargetkan mendekati 80 miliar poundsterling pada 2029, termasuk tambahan 15 miliar poundsterling (setara sekitar Rp356 triliun) yang berasal dari perubahan prioritas belanja di berbagai departemen pemerintah.

1. Inggris mengembangkan teknologi militer otonom

Drone Sistem Serangan Tempur Tanpa Awak (LUCAS).
Drone Sistem Serangan Tempur Tanpa Awak (LUCAS). (VIRIN: 251123-D-D0477-1031. JPG, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Strategi pertahanan terbaru Inggris memusatkan perhatian pada pengembangan teknologi militer masa depan. Dilansir SCMP, Inggris mengalokasikan lebih dari 5 miliar poundsterling (setara sekitar Rp118,8 triliun) untuk mengembangkan pesawat nirawak (drone) dan sistem otonom di berbagai matra militer.

Sejumlah proyek yang menjadi prioritas meliputi jet tempur tanpa pilot, kapal selam tanpa awak, serta kapal hibrida Angkatan Laut Kerajaan yang akan difungsikan sebagai pusat komando operasi drone. Starmer juga menyampaikan tambahan anggaran tersebut merupakan langkah preventif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

“Hari ini kita meningkatkan belanja pertahanan lebih lanjut – tambahan dana senilai 15 miliar pound – dengan … memprioritaskan ulang belanja di seluruh pemerintah,” kata Starmer saat memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran tersebut, dikutip Al Jazeera.

Menurut Starmer, ketika dunia sedang dipersenjatai dan agresi meningkat, cara terbaik untuk menghindari perang adalah dengan mempersiapkannya.

2. Perdebatan internal mewarnai kebijakan pertahanan

ilustrasi ruang konferensi
ilustrasi ruang konferensi (pexels.com/Jan van der Wolf)

Rencana investasi tersebut disusun setelah melalui pembahasan internal yang berlangsung selama berbulan-bulan. Perbedaan pandangan itu berujung pada pengunduran diri Menteri Pertahanan John Healey karena menilai tingkat pendanaan yang diajukan Starmer masih belum memadai.

Healey secara konsisten mendorong agar belanja pertahanan Inggris dapat langsung mencapai 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2030. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menyambut baik kebijakan London dan menyebut langkah itu sebagai pencapaian yang bagus untuk menuju target belanja pertahanan sebesar 3,5 persen dari PDB sesuai kesepakatan anggota aliansi di Den Haag tahun lalu.

3. Inggris membawa strategi baru ke KTT NATO

ilustrasi anggota NATO
ilustrasi anggota NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

Kebijakan tersebut juga menjadi respons Inggris terhadap dorongan Presiden AS Donald Trump agar seluruh negara anggota NATO meningkatkan kontribusi pendanaan pertahanan secara mandiri. Melalui target jangka panjang yang baru, Inggris berkomitmen menaikkan belanja militer hingga mencapai 3,5 persen dari PDB pada 2035 demi menjaga keamanan global.

Starmer dijadwalkan mempresentasikan strategi modernisasi militer itu pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara. Presentasi tersebut menjadi salah satu agenda resmi terakhir sebelum ia meninggalkan jabatannya, sementara Andy Burnham diproyeksikan mulai menjabat sebagai PM Inggris yang baru sekitar 20 Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More