Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jerman mengizinkan proyek kerja sama nuklir antara perusahaan Prancis, Framatome, dan BUMN nuklir Rusia, Rosatom. Keputusan yang diumumkan pada Rabu (22/7/2026) ini memicu perdebatan karena melibatkan Rusia di tengah sanksi Barat akibat perang di Ukraina.
Pemerintah daerah Lower Saxony menyatakan persetujuan tersebut diberikan sesuai aturan hukum yang berlaku. Meski begitu, sejumlah politisi dan pengamat menilai proyek ini berisiko menimbulkan ancaman keamanan serta memperkuat pengaruh Rusia di sektor energi Eropa.
