Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Berencana Serang Situs Militer AS di Eropa jika Perang Lanjut
potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)
  • Iran disebut mempertimbangkan serangan terhadap situs dan aset militer AS di Eropa, termasuk kemungkinan pangkalan di Bulgaria atau Siprus, bila konflik kembali meletus.
  • Menurut sumber internal, Teheran juga berencana menyasar kabel fiber optik di Selat Hormuz jika AS menyerang lagi, yang berpotensi mengganggu komunikasi internasional dan ekonomi global.
  • Israel telah berulang kali memperingatkan Eropa soal ancaman Iran; serangan balasan Iran sebelumnya menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah serta turut mengenai warga dan infrastruktur sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Iran disebut berencana menyerang situs dan aset militer Amerika Serikat (AS) di negara-negara Eropa jika perang kembali meletus. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh Financial Times berdasarkan informasi dari sejumlah pejabat Pemerintah Iran pada Selasa (18/8/2026). 

Sejumlah media internasional memprediksi, situs militer AS yang ada di Bulgaria atau Siprus bisa menjadi target serangan Iran. Sebab, Negeri Paman Sam punya beberapa pangkalan militer di kedua negara tersebut. Jika serangan ini terjadi, perang berpotensi meluas ke Kawasan Eropa. 

1. Iran juga berencana menyerang kabel fiber optik di Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

Menurut sumber internal Iran, Teheran juga berencana menyerang kabel fiber optik yang terpasang di Selat Hormuz jika AS kembali menyerang. Kabel-kabel ini berfungsi sebagai saluran transmisi komunikasi internasional.

Dilansir Times of Israel, jika Iran benar-benar menyerang kabel fiber optik di Selat Hormuz, aktivitas komunikasi internasional bisa terganggu total. Sebab, sinyal telekomunikasi dari satelit tidak bisa dialirkan jika kabel mengalami kerusakan. Selain itu, serangan Iran ke kabel fiber optik juga bisa mengganggu aktivitas ekonomi global.

2. Iran akan melakukan langkah apa pun jika AS kembali menyerang

Angkatan bersenjata Iran melakukan serangan menggunakan rudal. (http://fna.ir/ezj0uh via commons.wikimedia.org/Medhi Marizad)

Sumber Iran tadi menambahkan, negaranya akan melakukan cara apa pun untuk membalas serangan AS jika mereka kembali menyerang. Oleh karena itu, sumber tersebut mewanti-wanti setiap negara di Eropa, terutama yang berafiliasi dengan Negeri Paman Sam, untuk waspada. Sebab, mereka bisa saja dihantam serangan jika mengambil tindakan yang merugikan Iran.

“Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan membela diri dengan segala cara, melampaui kawasan dan menyerang Eropa juga. Ini juga merupakan pesan kepada Eropa. Mereka dapat menerima rudal. Jadi, mereka harus tahu di mana posisi mereka dalam perang ini. Kesalahan yang sangat besar, seperti menyerang infrastruktur kami, dapat membuat perang meluas melampaui kawasan ini (Timur Tengah) dan mencapai Eropa," bunyi pernyataan sumber internal Iran dilansir Iran International.

Beruntungnya, perang antara AS dan Iran saat ini sedang mereda. Sebab, Washington sejauh ini belum kembali meluncurkan serangan terbaru ke Teheran. Oleh karena itu, serangan Iran ke Eropa kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

3. Israel sudah berulang kali mengingatkan Eropa akan ancaman Iran

potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy)

Sebelum ini, Israel sebetulnya sudah berkali-kali mengingatkan negara-negara Eropa untuk mewaspadai serangan dari Iran. Sebab, Tel Aviv sudah memprediksi bahwa Teheran bisa saja meluncurkan serangan ke pangkalan militer Washington yang ada di Benua Biru. 

Iran sendiri memang kerap menyerang pangkalan militer AS sejak berperang dengan mereka pada 28 Februari lalu. Serangan ini dilakukan Teheran sebagai balasan atas serangan Washington. Sejauh ini, markas militer AS yang sering jadi target serangan Iran adalah yang terletak di Timur Tengah, seperti di Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. 

Sayangnya, dalam praktiknya, objek yang terkena serangan Iran bukan hanya situs militer AS saja, tetapi juga warga dan infrastruktur sipil di negara yang bersangkutan. Inilah yang pada akhirnya menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article