Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Hutan Terparah di Belgia Hanguskan Sekitar 3 Ribu Hektare
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Plato Terentev)
  • Kebakaran di cagar alam High Fens, Liege, melalap sekitar 2.700-3.000 hektare sejak 14-16 Agustus 2026, menjadi yang terbesar di Belgia sejak 1911 dan memicu evakuasi sedikitnya 600 warga.
  • Medan rawa gambut, jembatan kayu, angin berubah-ubah, dan api bawah tanah menyulitkan pemadaman; lebih dari 250 personel, bantuan udara Eropa, serta petani lokal dikerahkan melindungi permukiman.
  • Api mendekati perbatasan Jerman dan asap tebal mengancam wilayah sekitar; warga diimbau mengungsi atau berada di rumah, sementara penampungan menyediakan kebutuhan dasar bagi pengungsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan hebat melalap cagar alam High Fens di Provinsi Liege, Belgia bagian timur, sejak Jumat (14/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026). Musibah ini tercatat sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah modern negara tersebut setelah peristiwa serupa pada 1911 lalu.

Kobaran api yang terpicu oleh gelombang panas ekstrem berjarak singkat ini telah menghanguskan sekitar 2.700 hingga 3.000 hektare lahan alam murni. Kondisi darurat tersebut mengancam permukiman di sekitarnya dan memaksa sedikitnya 600 warga setempat dievakuasi demi keselamatan jiwa.

1. Angin kencang dan medan berat persulit pemadaman

ilustrasi pemadam kebakaran (pexels.com/Tim Eiden)

Upaya menjinakkan si jago merah menghadapi kendala besar akibat kontur tanah yang sangat rumit dan perubahan arah angin yang tidak menentu. Dilansir Euractiv, medan cagar alam yang didominasi rawa gambut serta jembatan kayu membuat armada pemadam kebakaran sulit mendekati titik api utama secara langsung. Kebakaran di lapisan bawah tanah atau gambut kering terus membara dan memicu letupan api baru secara berulang di berbagai area.

Juru bicara pemerintah daerah Wallonia, Nicolas Yernaux, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan terpaksa menarik diri ke pinggiran hutan demi keselamatan. Petugas memilih membiarkan sebagian semak belukar terbakar sambil memfokuskan perlindungan pada area luar cagar alam. Strategi pemadaman kini sangat bergantung pada bantuan armada udara yang terus menyiramkan air dari ketinggian.

2. Bantuan helikopter Eropa dan aksi relawan petani

ilustrasi helikopter pemadam kebakaran (pexels.com/Liane Ferreira)

Lebih dari 250 personel gabungan yang terdiri atas petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara, hingga perlindungan sipil dikerahkan sepanjang malam. Dukungan lintas negara dari Jerman, Luksemburg, hingga Belanda turut diterjunkan untuk menahan laju pergerakan api. Komando penanggulangan juga mengoperasikan helikopter Chinook milik Belanda dan pesawat pemadam dari Swedia guna mengguyur area terbakar.

Tidak hanya petugas resmi, belasan petani lokal berinisiatif turun tangan menggunakan traktor mereka untuk menyiram tanah dan membentengi permukiman. Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, mengapresiasi tinggi solidaritas warga serta ketangguhan para petugas di lapangan. "Tetapi di saat yang sama, kami berterima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan. Anda dapat melihat para petani di luar sini mengoperasikan traktor dan terus membasahi area tersebut," ujar Quintin.

3. Ancaman asap tebal meluas hingga ke perbatasan Jerman

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Eclipse Chasers)

Titik api yang terus merambat ke arah timur mulai mendekati kota Monschau di Jerman yang berada hanya sekitar tiga kilometer dari perbatasan Belgia. Pihak berwenang setempat mengimbau warga di beberapa distrik untuk sementara waktu mengungsi guna menghindari bahaya racun asap tebal. Dilansir Anadolu Agency, pemerintah daerah Malmedy di Belgia juga meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah dan mematikan sistem ventilasi udara.

Musibah besar ini dipicu oleh cuaca ekstrem dengan suhu udara yang sempat menembus angka 37 derajat Celsius pada akhir pekan. Penanganan darurat masih terus berjalan secara intensif dengan bantuan pusat penampungan sementara bagi para pengungsi. Anggota Palang Merah Belgia, Romane Bouhaben, menegaskan komitmen timnya dalam mendampingi para korban. "Kami di sini untuk memberikan mereka informasi dan memenuhi kebutuhan dasar mereka; yaitu makanan, air, dan tempat beristirahat, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan," tuturnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article