Pesawat Medis Hilang di Perairan AS, 6 Penumpang Diduga Tewas

- Pesawat medis Gulfstream G-100 dari Bermuda menuju Boston hilang pada 3 Oktober 2026; puing-puingnya ditemukan di lepas pantai Nantucket dan enam orang di dalamnya diduga tewas.
- Pesawat membawa dua pilot dan dua tenaga medis asal Kanada, serta seorang pasien dan kerabatnya dari Bermuda. Latitude Air Ambulance mendukung keluarga serta bekerja sama dalam evakuasi dan penyelidikan.
- Sebelum komunikasi terputus, pesawat turun dari sekitar 7.300 meter ke 3.300 meter. Rekaman radio menunjukkan masalah komunikasi dengan ATC, sementara pesawat gagal tiba di Boston Logan.
Jakarta, IDN Times - Sebuah pesawat medis dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Bermuda ke Boston pada Sabtu (3/10/2026). Seluruh enam orang yang berada di dalam pesawat tersebut diperkirakan tewas.
Dilansir BBC, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) kehilangan kontak dengan pesawat Gulfstream G-100 tersebut pada Sabtu sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Pada malam harinya, pihak berwenang menemukan puing-puing yang dipastikan berasal dari pesawat tersebut di lepas pantai pulau Nantucket, Massachusetts. Operasi pencarian kemudian ditangguhkan pada Minggu (4/10/2026) malam.
“Sekarang kami harus menghadapi kenyataan yang memilukan bahwa empat anggota tim Latitude, pasien kami, serta pendamping keluarga pasien yang berada di dalam Heartbeat 104, diduga telah meninggal dunia. Pikiran dan doa kami terutama tertuju kepada keluarga, orang-orang terkasih, teman, dan rekan kerja mereka," kata Latitude Air Ambulance dalam sebuah pernyataan.
1. Pesawat tersebut membawa empat warga Kanada dan dua warga Bermuda

ilustrasi tim penyelamat (unsplash.com/Maël BALLAND) Dilansir Al Jazeera, Direktur operasi penerbangan Latitude Air Ambulance, Clarence Togeretz, mengatakan bahwa pesawat tersebut membawa dua pilot, dua tenaga medis beserta seorang pasien dan seorang kerabatnya saat kejadian. Keempat kru pesawat merupakan warga negara Kanada, sementara kedua penumpangnya merupakan warga Bermuda.
“Fokus kami sekarang adalah memberikan dukungan kepada keluarga mereka, mendampingi anggota tim kami, serta membantu pihak berwenang. Kami akan menghormati rekan-rekan kami dengan mengenang kepedulian, profesionalisme, dan dedikasi yang mereka tunjukkan dalam menjalankan pekerjaan setiap hari," kata Peter Byl, Presiden Latitude Air Ambulance.
Perusahaan tersebut juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang terkait selama upaya evakuasi dan penyelidikan berlangsung.
2. Latitude Air Ambulance sediakan layanan penerbangan medis internasional

bendera Kanada (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri) Latitude Air Ambulance adalah perusahaan asal Kanada yang menyediakan layanan penerbangan medis internasional bagi pasien yang hendak kembali ke negara asal mereka. Pesawat-pesawat milik perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan penerbangan ke 120 negara. Setiap penerbangan diawaki oleh dua pilot dan personel medis.
“Pikiran saya tertuju kepada semua orang yang berada di dalam pesawat, serta keluarga, orang-orang terkasih, dan rekan-rekan mereka, dalam masa yang sangat sulit ini,” kata Menteri Transportasi Kanada, Steven MacKinnon, dalam unggahan di media sosial.
Perdana Menteri Bermuda, David Burt, juga mengatakan bahwa pemerintahnya telah berkomunikasi dengan pihak berwenang AS dan keluarga para penumpang yang berada di dalam pesawat.
“Pikiran saya tertuju kepada semua orang yang berada di dalam pesawat dan keluarga mereka dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN.
3. Pesawat Gulfstream G-100 turun drastis di udara sebelum komunikasi terputus

pesawat kecil yang sedang mengudara (unsplash.com/Drew Beamer) Menurut pelacak penerbangan FlightAware, pesawat Gulfstream G-100 mengalami penurunan ketinggian secara signifikan, yakni dari ketinggian sekitar 7.300 meter menjadi 3.300 meter, sebelum komunikasi terputus. Transmisi radio juga menunjukkan adanya masalah komunikasi antara pengatur lalu lintas udara (ATC) dan pilot.
“Baik, Anda mengatakan bahwa Anda datang tanpa bisa melihat. Apakah itu yang Anda katakan?” tanya petugas ATC, seperti terdengar dalam rekaman.
Meski petugas berkali-laki melakukan kontak, tidak terdengar respons yang jelas dari awak pesawat. Petugas kemudian meminta pesawat lain yang sedang terbang di wilayah tersebut untuk mencari pesawat medis itu dan mencoba menghubunginya melalui radio.
Dilansir CNN, Ben Crawley, juru bicara Otoritas Pelabuhan Massachusetts, kemudian mengatakan bahwa pesawat Gulfstream G-100 tidak mendarat di Boston Logan sesuai jadwal.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















