Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertolak ke Prancis untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7), Senin (15/6/2026), setelah mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Iran yang diklaim akan mengakhiri konflik selama berbulan-bulan antara kedua negara.
Kunjungan ke Evian-les-Bains, kawasan di Pegunungan Alpen Prancis yang menjadi lokasi penyelenggaraan KTT G7 tahun ini, dilakukan hanya sehari setelah Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial.
Kesepakatan itu menjadi sorotan karena muncul di tengah konflik yang telah berlangsung sekitar 15 minggu dan memicu lonjakan harga energi global. Konflik tersebut juga menuai kritik dari sejumlah pemimpin negara sekutu Amerika Serikat dan mendapat penolakan dari sebagian besar pemilih di dalam negeri. Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan belum dipublikasikan. Baik Gedung Putih maupun pemerintah Iran belum merilis dokumen resmi yang menjelaskan isi akhir perjanjian tersebut.
“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump dalam unggahan di media sosial saat mengumumkan kesepakatan itu, dikutip dari AsiaOne.
Trump menyebut kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi berakhirnya blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum konflik dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran akan tetap berlangsung hingga kesepakatan resmi ditandatangani.
