Jakarta, IDN Times - Hubungan geopolitik di Semenanjung Korea kembali memanas setelah militer Korea Utara dilaporkan menembakkan rudal balistik pada Rabu (12/8/2026) pagi waktu setempat. Provokasi bersenjata ini diluncurkan dari wilayah Wonsan di pantai timur negara pimpinan Kim Jong-un tersebut. Langkah agresif ini langsung memicu reaksi waspada dari pihak militer Korea Selatan dan sekutunya.
Peluncuran rudal terbaru ini terjadi hanya selang enam hari setelah uji coba serupa dilakukan pada Kamis (6/8/2026). Langkah berani Pyongyang ini diambil tepat beberapa hari sebelum rencana latihan militer bersama skala besar antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dimulai. Kondisi ini membuat situasi keamanan di kawasan Asia Timur berada dalam level kewaspadaan yang tinggi.
