Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

EASA Peringatkan Maskapai Hindari Sebagian Wilayah Udara Saudi

3 min read
EASA Peringatkan Maskapai Hindari Sebagian Wilayah Udara Saudi
ilustrasi menara pengawas bandara (unsplash.com/Johannes Heel)
  • EASA memperingatkan maskapai agar menghindari sebagian wilayah udara Arab Saudi akibat risiko serangan rudal dan drone, di tengah konflik Amerika Serikat-Iran serta peningkatan serangan Houthi.
  • Aktivasi pertahanan udara, intersepsi militer, risiko salah identifikasi pesawat sipil, dan serpihan proyektil dinilai mengancam penerbangan; wilayah Riyadh, Tabuk, serta Yanbu turut terdampak.
  • Operator disarankan tidak terbang pada ketinggian apa pun di area tertentu FIR Jeddah, tetap waspada di wilayah lainnya, dan menyiapkan rencana kontingensi hingga 16 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menerbitkan buletin informasi zona konflik pada Rabu (30/9/2026). Regulator penerbangan tersebut memperingatkan sekaligus menyarankan maskapai penerbangan agar menghindari sejumlah bagian dari wilayah udara Arab Saudi. Rekomendasi ini dikeluarkan menyusul peningkatan risiko keamanan regional akibat maraknya serangan rudal dan drone.

Langkah pencegahan tersebut diambil di tengah situasi keamanan wilayah yang dipengaruhi oleh konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, kelompok Houthi dilaporkan meningkatkan frekuensi serangan terhadap berbagai target infrastruktur hingga ke wilayah pedalaman Arab Saudi.

  1. 1. Risiko identifikasi keliru dan serpihan intersepsi

    ilustrasi rudal
    ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

    EASA menjelaskan bahwa rangkaian serangan rudal dan drone yang terjadi berulang kali dapat membahayakan keselamatan penerbangan sipil. Pengaktifan sistem pertahanan udara di kawasan tersebut dinilai meningkatkan risiko pesawat sipil salah diidentifikasi. Bahaya lain yang turut mengancam operasional pesawat meliputi aktivitas intersepsi militer serta jatuhnya serpihan proyektil di udara.

    Dilansir Xinhua, buletin zona konflik EASA secara resmi menyoroti dampak eskalasi keamanan terhadap ruang udara kawasan. "Sebagai konsekuensi dari konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, situasi keamanan regional tetap highly volatile (sangat tidak stabil)," sebut buletin keselamatan tersebut. Aktivitas militer yang signifikan dilaporkan terus memengaruhi koridor ruang udara Arab Saudi.

  2. 2. Peningkatan serangan Houthi menyasar Riyadh hingga Tabuk

    ilustrasi serangan militer
    ilustrasi serangan militer (pexels.com/Atahan Demir)

    Dilansir Anadolu Agency, kelompok Houthi secara signifikan memperluas frekuensi dan cakupan geografis serangan mereka sepanjang September 2026. Serangan kelompok bersenjata asal Yaman tersebut menyasar target maritim, energi, serta infrastruktur Arab Saudi, termasuk di Laut Merah dan Teluk Aden. Berbagai fasilitas militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan sektor penerbangan di Arab Saudi juga berulang kali menjadi target tembakan rudal maupun pesawat nirawak.

    Wilayah udara bagian selatan dan barat daya Arab Saudi menjadi area yang paling terpapar bahaya karena posisinya berdekatan dengan wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Kendati demikian, rangkaian serangan belakangan ini membuktikan kemampuan serta niat kelompok itu untuk melancarkan serangan lebih jauh ke wilayah pedalaman Arab Saudi. EASA secara khusus mencatat kawasan Riyadh, Tabuk, dan Yanbu sebagai wilayah-wilayah yang ikut terdampak oleh eskalasi serangan tersebut.

  3. 3. Batasan terbang di FIR Jeddah berlaku sampai November

    ilustrasi pesawat terbang
    ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Borja Lopez)

    Melalui buletin tersebut, EASA menyarankan para operator penerbangan untuk tidak beroperasi pada tingkat ketinggian berapa pun di area tertentu sepanjang batas Jeddah Flight Information Region (FIR Jeddah). Zona larangan ini didefinisikan secara khusus melalui titik-titik navigasi penerbangan yang berada di dalam wilayah FIR Jeddah. Area tersebut dinilai menghadapi peningkatan risiko tinggi dari aktivitas lintas rudal dan pesawat nirawak.

    Operator pesawat komersial tetap diimbau untuk berhati-hati saat terbang melintasi sisa wilayah udara FIR Jeddah maupun langit Arab Saudi lainnya. Maskapai juga diminta mempertahankan perencanaan kontingensi tingkat tinggi selama menjalankan operasional di kawasan tersebut. Peringatan keselamatan wilayah udara ini dinyatakan berlaku efektif hingga 16 November 2026, kecuali jika ditinjau kembali lebih awal oleh pihak berwenang.

    sumber:

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More