ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/Stanislav Vdovin)
Dilansir portal berita Haaretz, Sohlberg menyampaikan pernyataan tersebut bersama Jaksa Agung Israel Gali Baharav-Miara dan Direktur Shin Bet Mayor Jenderal David Zini. Ia mengatakan bahwa ketiganya mempunyai sikap yang sama mengenai keabsahan penyelenggaraan pemilu.
Menurut Sohlberg, dugaan pendanaan asing untuk memengaruhi pemilu memang serius dan sedang diselidiki. Akan tetapi, dugaan tersebut masih membutuhkan bukti kuat sebelum dapat dijadikan dasar untuk mempersoalkan hasil pemilu.
Ia menolak anggapan bahwa bukti yang tersedia saat ini dapat menggugurkan hasil pemilu secara keseluruhan. Bahkan jika dugaan campur tangan asing terbukti, hal itu tidak akan mengurangi integritas proses maupun hasil pemilu secara keseluruhan.
Sohlberg juga menolak upaya mencurigai pemilih Arab. Ia menegaskan bahwa warga yang menggunakan hak pilihnya telah menjalankan hak demokratis mereka. Tingginya partisipasi masyarakat Arab dalam pemilu, menurutnya, justru sesuatu yang patut disambut baik.
Sementara itu, hasil resmi pemilu dijadwalkan diumumkan pada Rabu (4/11) dan diserahkan kepada Presiden Israel Isaac Herzog.