Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korut Gelar Latihan Tempur Masif dengan Rudal dan Artileri Jarak Jauh
bendera Korea Utara (unsplash.com/Mike Bravo)
  • Korea Utara menggelar latihan serangan gabungan pada 12 September 2026, melibatkan sub-unit dari lima kesatuan artileri dan rudal di seluruh Tentara Rakyat Korea.
  • Latihan memobilisasi drone serang, rudal jelajah strategis, roket multipel termobarik, dan rudal balistik taktis; KCNA mengklaim seluruh senjata menghantam sasaran dengan akurasi 100 persen.
  • Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran beberapa rudal jarak pendek dari Wonsan, sehari setelah latihan trilateral Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Korea Utara mengumumkan pada Senin (14/9/2026) bahwa mereka menggelar latihan serangan gabungan yang melibatkan kesatuan artileri jarak jauh serta unit rudal pada Sabtu (12/9/2026). Manuver serangan daya tembak terkoordinasi tersebut melibatkan sub-unit terpilih dari lima unit gabungan artileri dan rudal di seluruh jajaran Tentara Rakyat Korea.

Peluncuran rudal balistik jarak pendek dari kawasan pesisir timur Wonsan ke arah Laut Timur atau Laut Jepang terdeteksi oleh militer Korea Selatan. Berbagai persenjataan tempur canggih dikerahkan untuk menguji efisiensi penghancuran sasaran musuh sekaligus meningkatkan kesiapan operasional serangan balasan.

1. Pengerahan persenjataan mutakhir dan drone serang

ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons)

Latihan tempur ini memobilisasi sejumlah sistem persenjataan baru, termasuk berbagai drone serang, rudal jelajah strategis dan peluncur roket multipel termobarik berkaliber besar. Selain itu, militer Korea Utara turut menyertakan rudal balistik taktis untuk memperkuat daya gempur dalam manuver gabungan tersebut.

Berdasarkan laporan kantor berita KCNA, seluruh sistem senjata serang yang dikerahkan diklaim berhasil menghantam sasaran uji coba dengan tingkat akurasi 100 persen. Mereka mengklaim sistem persenjataan tersebut menunjukkan daya hancur tembakan terpusat yang sangat besar dengan memastikan kesatuan struktural serta keserentakan waktu serangan.

2. Pengawasan komando dan keterangan soal Kim Jong Un

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Manuver militer tersebut disaksikan secara langsung di lokasi oleh Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, Marsekal Pak Jong Chon. Sementara itu, panduan teknis dan operasional latihan dipimpin oleh Direktur Biro Artileri Staf Umum Mayor Jenderal Yu Chang Seon. Kehadiran pemimpin tertinggi Kim Jong Un tidak disebutkan dalam laporan.

Mengenai tujuan latihan terkoordinasi ini, Pak Jong Chon menegaskan bahwa agenda militer tersebut diselenggarakan "untuk memastikan bahwa militer melakukan apa yang seharusnya dilakukan". Di sisi lain, Yu Chang Seon menekankan pentingnya penguasaan prosedur komando tembakan otomatis demi menaikkan efisiensi penghancuran target tembak pihak lawan.

Yu juga menyampaikan bahwa latihan gabungan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan moral serta kemampuan reaksi cepat prajurit di saat situasi darurat. "Kami akan terus meningkatkan postur serangan balasan terhadap musuh melalui latihan praktis dan pragmatis di masa depan," tegas dia.

3. Respons peluncuran rudal usai latihan trilateral

ilustrasi latihan militer (pexels.com/Pixabay)

Dilansir SBS News, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mendeteksi beberapa rudal balistik jarak pendek ditembakkan dari wilayah Wonsan sekitar pukul 05.20 waktu setempat pada Sabtu (12/9/2026). Senjata yang diluncurkan tersebut diperkirakan merupakan rudal balistik jarak pendek seri Hwasong-11 dan sistem peluncur roket superbesar 600 mm.

Laporan TRT World mengabarkan bahwa penembakan persenjataan tersebut terjadi sehari setelah Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang menyelesaikan latihan militer trilateral. Sementara itu, SBS News menyebut latihan itu bertajuk Freedom Edge. Latihan maritim gabungan tiga negara sekutu itu sebelumnya berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Aktivitas tersebut menandai peluncuran rudal balistik ke-13 yang dilakukan pihak Korea Utara sepanjang tahun ini, sekaligus peluncuran keempat dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir. Warta mengenai latihan serangan gabungan ini diketahui hanya disiarkan melalui saluran luar negeri pemerintah dan tidak dipublikasikan pada surat kabar maupun radio domestik mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article