Langgar Kesepakatan Damai, Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan

- Israel melancarkan serangan udara, artileri, dan tembakan senapan mesin ke sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk Tyre, Nabatieh, Marjayoun, dan Bint Jbeil.
- Militer Israel menyebut operasi itu respons atas dugaan drone peledak Hizbullah, meski gencatan senjata Juni 2026 berlaku dan Israel menyatakan tetap berkomitmen pada perjanjian.
- Sejak 2 Maret 2026, operasi Israel disebut menewaskan 4.386 orang dan mengungsikan lebih dari satu juta jiwa; Hizbullah menggelar peringatan kematian Hassan Nasrallah di Beirut.
Jakarta, IDN Times - Militer Israel melancarkan rentetan serangan udara ke beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Minggu (27/9/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Tel Aviv terhadap kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan disepakati pada Juni 2026.
Pihak militer Israel mengeklaim gempuran tersebut merupakan respons terhadap peluncuran pesawat nirawak bermuatan peledak milik Hizbullah ke arah pasukannya. Sementara itu, otoritas Lebanon mencatat rangkaian operasi militer Israel sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta jiwa mengungsi.
1. Serangan udara dan artileri menyasar empat distrik

Ilustrasi konflik militer (pexels.com/Edu Raw) Berdasarkan laporan kantor berita Lebanon, NNA, serangan militer Israel menargetkan sejumlah kota di distrik Tyre, Nabatieh, Marjayoun, dan Bint Jbeil. Pasukan Israel merobohkan beberapa rumah di Mansouri yang berada di distrik Tyre, sedangkan kawasan Wadi Zibqin dihujani tembakan artileri yang disertai tembakan senapan mesin berat.
Di distrik Nabatieh, jet tempur Israel melancarkan serangan udara malam hari ke wilayah Nabatieh al-Fawqa sebanyak dua kali, pinggiran Kfar Tibnit, serta kota Mayfadoun yang mengakibatkan satu rumah hancur total. Kawasan Doha Kafr Rumman turut menjadi sasaran tembakan artileri, bersamaan dengan gempuran artileri ke pinggiran Mazraat al-Shomeriya dan kota Al-Qusayr di distrik Marjayoun.
Tembakan senapan mesin pasukan Israel juga diarahkan ke kawasan Beit Yahoun dan Safarin di distrik Bint Jbeil. Selain itu, satu unit tank Israel menembakkan empat proyektil ke Hadatha sebelum pasukannya bergerak menuju pusat kota dan membakar area tersebut.
2. Klaim balasan militer Israel dan komitmen perjanjian

Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY 2.0, via WIkimedia Commons) Melalui pernyataan di media sosial X, militer Israel mengeklaim serangan tersebut menyasar lokasi peluncuran pesawat nirawak peledak, rudal antitank, dan infrastruktur milik Hizbullah lainnya. Serangan itu dinyatakan sebagai respons atas pesawat nirawak bermuatan peledak yang diluncurkan Hizbullah pada Sabtu (26/9/2026) ke arah pasukannya di wilayah yang disebutnya sebagai "zona keamanan" di Lebanon selatan.
Pihak Israel menyatakan tetap berkomitmen pada perjanjian antara Israel dan Lebanon meski serangan terus dilancarkan. Di sisi lain, kelompok Hizbullah tidak memberikan komentar terkait klaim penyerangan pesawat nirawak tersebut.
Sebelumnya, kesepakatan kerangka kerja yang disepakati pada Juni 2026 memuat penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah pendudukan Lebanon dengan imbalan penempatan tentara Lebanon serta pelucutan senjata Hizbullah. Meski gencatan senjata telah disepakati pada 19 Juni 2026, pasukan Israel tetap ditempatkan di Lebanon selatan dan kerap melancarkan serangan.
3. Peringatan kematian Hassan Nasrallah di Beirut

ilustrasi pemakaman (unsplash.com/Caroline Attwood) Dilansir Xinhua, ribuan orang mengikuti pawai dan upacara peringatan di pinggiran selatan Beirut pada Minggu (27/9/2026). Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati dua tahun kematian mendiang pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.
Dalam acara tersebut, saluran televisi al-Manar memberitakan bahwa Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya akan terus melanjutkan perlawanan. Qassem menyatakan, "Bersama para pejuang perlawanan ini, rakyat yang melawan, semangat yang besar ini, dan darah para martir, kita hanya bisa melanjutkan, dan kita tidak bisa dikalahkan."
Qassem menambahkan bahwa Hizbullah tetap meyakini terwujudnya kemenangan serta pembebasan wilayah Lebanon pada akhirnya. Pernyataan sikap tersebut disampaikan ketika pasukan militer Israel masih tetap ditempatkan di wilayah Lebanon selatan dan terus melancarkan serangan berulang.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















