Jakarta, IDN Times – Lebih dari 4.200 pemukim Israel dan anggota kelompok sayap kanan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis (23/7/2026). Aksi yang berlangsung bertepatan dengan hari raya Yahudi Tisha B’Av, yang diperingati sebagai hari berkabung atas hancurnya kuil-kuil Yahudi kuno, menjadi salah satu penyusupan terbesar dalam setahun. Berdasarkan laporan kantor berita Anadolu Agency, sekitar 1.300 warga Israel memasuki kawasan tersebut pada pagi hari dengan pengawalan kepolisian.
Polisi mengizinkan rombongan beranggotakan sekitar 150 orang masuk secara bertahap hingga jumlahnya meningkat menjadi 4.288 orang pada siang hari. Angka itu diperkirakan bertambah menjadi sekitar 5 ribu orang menjelang matahari terbenam dan melampaui rekor yang tercatat pada tahun-tahun sebelumnya. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa warga Yahudi yang mengunjungi situs tersebut pada momen Tisha B’Av merasa seperti pemilik kawasan itu, seraya memuji perkembangan besar yang dicapai di sana.
