Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Serang Acara Pemakaman Warga Palestina di Gaza

Israel Serang Acara Pemakaman Warga Palestina di Gaza
Sejumlah bangunan di Jalur Gaza, Palestina, hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)
Intinya Sih
  • Pasukan Israel menyerang upacara pemakaman di Gaza, menewaskan tujuh orang dan melukai 22 lainnya, meski IDF mengklaim targetnya adalah sel Jihad Islam Palestina.
  • Hamas mengecam keras serangan tersebut sebagai tindakan keji, sementara laporan menyebut Israel juga menggempur wilayah lain seperti Kota Gaza dan Khan Younis pada hari yang sama.
  • Meski gencatan senjata sudah berlaku sejak 2025, serangan Israel terus berlanjut dan menewaskan ribuan warga Palestina, bersamaan dengan rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang menuai kecaman internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan menyerang upacara pemakaman warga Palestina yang sedang digelar di Jalur Gaza pada Jumat (17/7/2026). Serangan tersebut menewaskan 7 orang, sedangkan 22 lainnya luka-luka. Semua korban tewas dan korban luka kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Al-Awda di dekat kamp pengungsian Nuseirat untuk ditindak lebih lanjut. 

Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, serangan tersebut sebetulnya tidak ditujukan ke upacara pemakaman di Gaza. IDF menjelaskan bahwa serangan awalnya ditujukan ke sel teroris milik kelompok Jihad Islam Palestina di Gaza. Namun, serangan tersebut rupanya juga berdampak ke warga Palestina yang sedang menghadiri upacara pemakaman di sana. 

1. Hamas kecam serangan IDF di upacara pemakaman di Gaza

Anak-anak di Palestina sedang merayakan ulang tahun Hamas.
Anak-anak di Palestina sedang merayakan ulang tahun Hamas. (farsnews.ir/Hadi Mohammad via commons.wikimedia.org/Hadi Mohammad)

Serangan IDF di tengah upacara pemakaman di Gaza tadi menuai kecaman dari milisi Hamas. Hamas menyebut serangan tersebut sebagai “Kejahatan yang keji”. Sebab, warga Palestina yang sedang menghadiri upacara pemakaman di Gaza tidak ada yang bersalah sehingga tidak seharusnya diserang.  

Pada hari yang sama, IDF dilaporkan juga menyerang wilayah lainnya yang ada di Gaza, seperti Kota Gaza dan Khan Youni. Dilansir Mainichi, serangan tersebut menewaskan 3 orang yang 2 di antaranya adalah seorang perempuan. Ketiga korban kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk kemudian dimakamkan dengan layak. 

2. Serangan terjadi meski sudah ada gencatan senjata

Demo menuntut gencatan senjata di Gaza, Palestina.
potret demo menuntut gencatan senjata di Gaza, Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)

Hingga saat ini, Israel masih menggempur Gaza setiap harinya. Padahal, Israel dan Hamas sudah menyetujui gencatan senjata fase pertama pada Oktober 2025 lalu. Bahkan, sejak gencatan senjata fase pertama pun Israel masih menyerang Gaza. Gencatan senjata fase kedua juga sudah berlaku pada Januari 2026. 

Sejauh ini, serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata tahap pertama sudah menewaskan sekitar 1.123 jiwa. Namun, jika dihitung sejak agresi pertama pada Oktober 2023 lalu, serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah ini akan terus bertambah jika Israel tidak segera menghentikan agresinya.

3. Israel memperluas permukiman di Tepi Barat

Wilayah Tepi Barat.
potret peta wilayah Tepi Barat (commons.wikimedia.org/B1mbo)

Selain di Gaza, Israel juga kerap berbuat ulah di wilayah Palestina lainnya, yakni Tepi Barat. Di sana, Israel dikabarkan akan memperluas wilayah permukiman untuk warganya. Langkah ini merupakan upaya halus Israel untuk mengusir warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat secara perlahan. 

Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat ini sebetulnya sudah menuai kecaman dari banyak pihak. Terbaru, Uni Eropa mendesak Israel untuk segera menahan perluasan permukiman di Tepi Barat. Namun, Israel masa bodoh dengan desakan tersebut dan tetap membangun area permukiman baru di sana. Sebab, Israel menganggap Tepi Barat sebagai wilayah teritorialnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More