Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ledakan Hantam Restoran China di Afghanistan, 7 Orang Tewas

ilustrasi ledakan (unsplash.com/Joshua Sukoff)
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Joshua Sukoff)
Intinya sih...
  • Jumlah korban kemungkinan akan bertambah, termasuk warga China dan Afghanistan. Fasilitas medis di Kabul telah menerima 20 korban ledakan, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia.
  • Kelompok ISIS klaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka memasukkan warga negara China ke dalam daftar target mereka karena kejahatan yang dilakukan pemerintah China terhadap warga Uighur.
  • Afiliasi ISIS masih kerap melancarkan serangan di Afghanistan. Otoritas Afghanistan menyatakan insiden masih dalam penyelidikan, sementara presiden Pakistan menyebut ledakan itu disebabkan oleh bom.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ledakan bom menghantam sebuah restoran mie China di pusat kota Kabul, Afghanistan, pada Senin (19/1/2026). Sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang warga China, dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.

Juru bicara kepolisian, Khalid Zadra, mengatakan restoran tersebut berada di sebuah hotel di kawasan komersial Shahr-e-Naw, yang mencakup gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kedutaan besar. Distrik ini dianggap sebagai salah satu wilayah paling aman di Kabul.

Zadra menambahkan, restoran tersebut dikelola bersama oleh seorang ⁠Muslim asal China, Abdul Majid, beserta istrinya, dan seorang mitra asal Afghanistan, Abdul Jabbar Mahmood. Rumah makan ini melayani komunitas Muslim China, dikutip dari Al Jazeera.

  • https://www.aljazeera.com/news/2026/1/19/several-killed-in-kabul-blast-afghan-taliban-interior-ministry-says
  • https://www.straitstimes.com/asia/blast-kills-seven-at-chinese-run-restaurant-in-afghan-capital
  • https://www.cbc.ca/news/world/kabul-restaurant-explosion-9.7050917

1. Jumlah korban kemungkinan akan bertambah

ilustrasi police line (pexels.com/Kat Wilcox)
ilustrasi police line (pexels.com/Kat Wilcox)

Ledakan tersebut dilaporkan terjadi di dekat dapur. Seorang warga China yang tewas diidentifikasi bernama Ayub, sementara enam korban lainnya adalah warga Afghanistan.

Sementara itu, LSM Italia, Emergency, melaporkan bahwa fasilitas medis yang dikelolanya di Kabul telah menerima 20 korban ledakan, dengan tujuh di antaranya dinyatakan meninggal dunia setibanya di lokasi. Pihaknya menyebutkan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara.

Di antara para korban luka, terdapat empat perempuan dan seorang anak.

2. Kelompok ISIS klaim bertanggung jawab atas serangan itu

Ilustrasi ISIS (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi ISIS (IDN Times/Arief Rahmat)

Cabang ISIS di Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, kelompok itu mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.

Kantor berita ISIS, Amaq, mengungkapkan bahwa mereka telah memasukkan warga negara China ke dalam daftar target mereka, dengan alasan meningkatnya kejahatan yang dilakukan pemerintah China terhadap warga Uighur.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah lama menuduh Beijing melakukan pelanggaran luas terhadap warga Uighur, kelompok etnis minoritas yang sebagian besar beragama Islam dan tinggal di wilayah Xinjiang, China bagian barat. Beijing membantah adanya pelanggaran tersebut dan menuduh negara-negara Barat melakukan campur tangan serta menyebarkan kebohongan.

3. Afiliasi ISIS masih kerap melancarkan serangan di Afghanistan

Ilustrasi ledakan. (Unsplash.com/Stephen Radford)
Ilustrasi ledakan. (Unsplash.com/Stephen Radford)

Dilansir dari CBC, otoritas Afghanistan belum secara resmi mengungkap penyebab ledakan dan menyatakan bahwa insiden itu masih dalam penyelidikan. Namun, presiden negara tetangga, Pakistan, mengeluarkan pernyataan yang menyebut ledakan itu disebabkan oleh bom.

Ledakan di Afghanistan kini lebih jarang terjadi sejak Taliban kembali berkuasa menyusul penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pada 2021. Meski demikian, afiliasi ISIS masih aktif di negara itu dan terus melancarkan serangan secara sporadis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Duduk Perkara Kasus Korupsi Wali Kota Madiun Maidi

20 Jan 2026, 21:25 WIBNews