Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ledakan Landa Israel Center di Belanda

Ledakan Landa Israel Center di Belanda
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Joshua Sukoff)
Intinya Sih
  • Ledakan kecil terjadi di luar gerbang Israel Center di Nijkerk, Belanda, tanpa menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan kerusakan ringan dan memicu penyelidikan polisi.
  • Organisasi Christians for Israel menyebut insiden itu mengejutkan dan berdampak signifikan karena terjadi menjelang Paskah, sementara kelompok HAYI mengunggah video yang dikaitkan dengan ledakan tersebut.
  • HAYI mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap target Yahudi di Eropa dan mengancam akan terus menyerang kepentingan AS serta Israel di seluruh dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ledakan kecil mengguncang sebuah pusat pro-Israel di kota Nijkerk, Belanda, pada Jumat (3/4/2026) malam. Insiden itu hanya menyebabkan kerusakan ringan dan tidak menimbulkan korban.

Juru bicara kepolisian mengatakan ledakan terjadi di luar gerbang Israel Center, dan tidak ada seorang pun berada di lokasi saat kejadian. Hingga kini, belum ada seorang pun yang tertangkap.

“Penyelidikan mengungkapkan bahwa seseorang yang berpakaian hitam meletakkan alat peledak tersebut,” kata polisi, seraya mengimbau para saksi untuk melapor.

1. Pengelola sebut dampak serangan cukup signifikan

Israel Center di Nijkerk, Belanda
Israel Center di Nijkerk, Belanda (c4israel.org)

Dilansir dari France24, organisasi Christians for Israel, pengelola Israel Center, menyatakan pihaknya sangat terkejut atas insiden tersebut. Meski kerusakannya tergolong kecil, dampaknya dinilai cukup signifikan.

“Fakta bahwa ini terjadi menjelang Paskah, perayaan paling penting bagi umat Kristiani, menjadikannya semakin menyedihkan," tulisnya di media sosial.

Christians for Israel mengatakan bahwa misinya adalah mempromosikan pemahaman Alkitabiah di dalam gereja dan di antara bangsa-bangsa mengenai tujuan Tuhan bagi Israel serta memberikan dukungan bagi negara tersebut melalui doa dan tindakan. Berdasarkan informasi di situs webnya, Israel Center di Nijkerk merupakan tempat penyelenggaraan pameran, ceramah sekaligus toko.

2. Kelompok HAYI unggah video terkait ledakan di Israel Center

ilustrasi polisi (unsplash.com/AJ Colores)
ilustrasi polisi (unsplash.com/AJ Colores)

Belum jelas apakah insiden ini terkait dengan serangkaian serangan terhadap situs-situs Yahudi di Eropa sejak meletusnya perang di Iran. Polisi mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan motif insiden tersebut.

Sementara itu, SITE Intelligence Group, lembaga yang memantau aktivitas jihadis, melaporkan bahwa kelompok Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI), yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran dan mengaku bertanggung jawab atas serangan serupa di Belgia, Inggris, dan Belanda, mengunggah sebuah video terkait ledakan tersebut.

Berbeda dengan rekaman sebelumnya, video kali ini tidak menampilkan aksi serangan, melainkan berisi foto-foto bangunan tersebut dan ancaman terhadap para pendukung Israel.

3. HAYI ancam akan terus serang kepentingan AS dan Israel di seluruh dunia

serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, dalam perang pada Juni 2025
serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, dalam perang pada Juni 2025 (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

HAYI pertama kali mengumumkan keberadaannya pada awal Maret 2026, setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas pembakaran ambulans yang dioperasikan oleh relawan Yahudi di London, pembakaran mobil di Antwerp, serta ledakan di sinagoga di Liège dan Rotterdam, dan di sebuah sekolah Yahudi di Amsterdam.

“Kami akan terus mengancam kepentingan AS dan Israel di seluruh dunia sampai kami membalas setiap anak di Gaza, Iran, Lebanon, dan negara-negara perlawanan. Kami mendesak masyarakat untuk menjauhi kepentingan dan individu Zionis dan Amerika demi menjaga keamanan diri mereka sendiri," kata seseorang yang mewakili HAYI kepada CBS News pada Maret.

Meski demikian, para ahli mempertanyakan apakah kelompok tersebut benar-benar ada atau hanya merupakan kedok intelijen Iran.

“Mereka tampaknya adalah sukarelawan atau rekrutan berbayar yang diminta oleh elemen pro-Iran,” kata Sharon Adarlo, analis konflik dan editor media online Militant Wire.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More