Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia mengecam keras aksi penyerbuan massal terbaru ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, Rabu (30/9/2026). Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia menyusul masuknya lebih dari seribu pemukim ilegal dan pejabat senior Israel ke situs suci tersebut. Penyerbuan yang disengaja itu dinilai sebagai pelanggaran berat serta upaya terang-terangan untuk menciptakan realitas baru di lapangan.
Dilansir New Malaysia Times, peristiwa penerobosan ke kompleks Al-Haram Al-Sharif itu terjadi pada Senin (28/9/2026). Rombongan pemukim tersebut dilaporkan dipimpin langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Aksi tersebut berlangsung di bawah perlindungan pasukan pendudukan kepolisian Israel bertepatan dengan hari libur Yahudi Sukkot.
