Jakarta, IDN Times - Prancis menyatakan kesiapan untuk berbagi keahlian di bidang energi nuklir dengan Filipina seiring upaya kedua negara mempererat kerja sama strategis, termasuk di sektor pertahanan. Tawaran tersebut muncul setelah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. kembali membuka wacana menghidupkan program energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Duta Besar Prancis untuk Filipina, Marie Fontanel, mengatakan, Paris telah berdiskusi dengan Manila mengenai kerja sama nuklir sejak 2023. Menurut dia, Prancis juga tengah mengupayakan kemungkinan pemberian hibah serta dukungan dari perusahaan listrik negara Electricité de France (EDF) untuk berbagi pengalaman mengenai keamanan dan pengelolaan energi nuklir.
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah Marcos Jr, dalam pidato kenegaraannya pada 27 Juli lalu menyebut sudah saatnya Filipina kembali mempertimbangkan produksi energi nuklir.
“Kami akan memastikan keamanannya. Kami juga akan memastikan manfaat energi nuklir dapat dijelaskan dengan baik kepada masyarakat,” kata Marcos Jr dikutip dari South China Morning Post, Rabu (5/8/2026).
