Menlu Filipina Ungkap Rencana Misi Kemanusiaan ASEAN ke Myanmar

- Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro akan memimpin misi kemanusiaan ASEAN ke Myanmar pada kuartal IV 2026, sebelum KTT ASEAN kedua tahun ini.
- Misi tersebut direncanakan membawa makanan dan kebutuhan medis; lokasi penyaluran serta pihak yang akan ditemui masih disiapkan bersama Kedutaan Filipina di Yangon dan pemerintah Myanmar.
- ASEAN masih mempertimbangkan kemungkinan pertemuan dengan Aung San Suu Kyi, sementara seluruh langkah terkait Myanmar tetap mengacu pada Five-Point Consensus.
Manila, IDN Times - Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan dirinya akan memimpin misi kemanusiaan ASEAN ke Myanmar pada kuartal empat tahun ini. Kunjungan tersebut akan dilakukan sebelum KTT ASEAN kedua tahun ini sebagai bagian dari peran Filipina sebagai Ketua ASEAN sekaligus Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar.
Lazaro mengatakan persiapan misi masih terus dilakukan bersama Kedutaan Besar Filipina di Yangon dan pemerintah Myanmar.
Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, ASEAN juga masih menjajaki pihak-pihak yang akan ditemui selama kunjungan berlangsung.
Di sisi lain, Lazaro membuka kemungkinan bertemu dengan mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi apabila kesempatan tersebut tersedia, meski ia mengaku masih berhati-hati menyikapi isu tersebut.
1. Misi kemanusiaan sebelum KTT ASEAN

Lazaro memastikan kunjungan ke Myanmar dijadwalkan berlangsung pada kuartal IV tahun ini. “Waktunya adalah pada kuartal keempat. Pasti sebelum KTT ASEAN kedua,” katanya saat berbincang dengan media di ASEAN Media Forum, di Manila, Filipina, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan fokus utama kunjungan adalah memimpin misi kemanusiaan ASEAN.
“Saya berada di sana untuk memimpin misi kemanusiaan ini. Kami bermaksud membawa tidak hanya makanan, tetapi juga kebutuhan medis bagi masyarakat di sana,” ujarnya.
Menurut Lazaro, lokasi penyaluran bantuan masih terus diidentifikasi bersama Kedutaan Besar Filipina di Yangon.
2. ASEAN masih bahas pertemuan dengan Aung San Suu Kyi
Lazaro mengakui ASEAN berharap dapat melihat perkembangan positif terkait pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi. “Tentu ada keinginan untuk melihat situasi yang lebih baik bagi beliau,” katanya.
Ia mengungkapkan Menteri Luar Negeri Thailand sebelumnya menyampaikan kemungkinan adanya kesempatan bertemu Aung San Suu Kyi.
“Beliau mengatakan mungkin ada kemungkinan untuk bertemu Aung San Suu Kyi. Jika itu terjadi, tentu akan sangat baik bagi ASEAN. Itu akan kembali menempatkan ASEAN dalam perhatian dunia,” ujarnya.
Meski demikian, Lazaro mengatakan dirinya masih berhati-hati dan belum dapat memastikan kemungkinan tersebut.
“Saat ini saya masih sangat berhati-hati. Saya benar-benar belum tahu bagaimana pemerintah Myanmar akan memandang hal itu. Kita lihat saja nanti. Semoga berhasil,” katanya.
3. Tetap berpegang pada Five Point Consensus

Lazaro menegaskan seluruh langkah ASEAN terhadap Myanmar tetap mengacu pada Five-Point Consensus (5PC).
“Negara-negara anggota ASEAN dan para Menteri Luar Negeri ASEAN juga memikirkan hal itu. Namun kami tetap kembali pada Five-Point Consensus mengenai penghentian kekerasan, dialog, dan seterusnya,” ujarnya.
Ia menambahkan seluruh perkembangan terkait Myanmar akan terus dikomunikasikan setelah persiapan misi kemanusiaan memasuki tahap akhir.



















