Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA 2026, Matematika Masih Rendah

Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA 2026, Matematika Masih Rendah
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai sekolah. (Dok. Kemendikdasmen)
Intinya Sih
  • Kemendikdasmen umumkan hasil TKA 2026 dengan partisipasi tinggi, mencapai 98,12 persen dari lebih delapan juta murid SD/MI dan SMP/MTs di seluruh Indonesia.
  • Hasil nasional menunjukkan nilai Bahasa Indonesia lebih tinggi dibanding Matematika di semua jenjang, menandakan kemampuan numerik masih perlu perhatian serius.
  • TKA digunakan bukan sekadar angka, tapi sebagai alat refleksi pembelajaran untuk guru, murid, dan orang tua guna memperkuat penalaran logis serta pemecahan masalah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional yang sangat tinggi dengan 98,12 persen murid berhasil mengikuti asesmen pada jadwal utama.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA menghasilkan big datapendidikan skala nasional yang kaya, strategis serta terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, bahkan kategori kompetensi peserta didik.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni dalam keterangan, Selasa (26/5/2026)

1. Sebanyak lebih dari 8 juta siswa ikuti

WhatsApp Image 2025-11-05 at 13.38.07 (2).jpeg
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai sekolah. (Dok. Kemendikdasmen)

Berdasarkan data Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), dari total 8.875.362 murid yang terdaftar pada jadwal utama, sebanyak 8.708.891 murid mengikuti TKA sesuai jadwal.

Sementara itu, jadwal susulan diikuti oleh 463.533 murid dari total 490.551 peserta yang terdaftar.

2. Nilai matematika rendah

WhatsApp Image 2025-11-05 at 13.38.05.jpeg
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai sekolah. (Dok. Kemendikdasmen)

Dalam pelaksanaanya, TKA menggunakan sistem penskoran klasik dengan skala nilai 0–100. Sebelum hasil diumumkan seluruh paket soal dan butir soal terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi statistik untuk memastikan keadilan bagi seluruh murid.

Berdasarkan hasil nasional, capaian Bahasa Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan Matematika pada kedua jenjang. Untuk SD/MI sederajat, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41. Sementara pada jenjang SMP/MTS sederajat, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34

.

3. TKA tidak berhenti pada angka semata

WhatsApp Image 2025-11-05 at 13.38.05 (2).jpeg
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai sekolah. (Dok. Kemendikdasmen)

Selain hasil numerik, hasil TKA juga dilengkapi kategori capaian dan deskripsi kemampuan murid. Pendekatan ini dihadirkan agar TKA tidak berhenti pada angka semata, tetapi menjadi alat refleksi pembelajaran bagi murid, guru dan orang tua.

“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat. Jadi TKA membantu semua pihak memahami strategi pembelajaran yang paling tepat bagi murid,” jelas Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati.

3. Kemampuan berpikir logis harus ditingkatkan

WhatsApp Image 2025-11-05 at 13.38.34 (1).jpeg
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai sekolah. (Dok. Kemendikdasmen)

Pada kesempatan yang sama Toni juga menegaskan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, maupun murid. Ia juga menilai hasil TKA memberikan sinyal penting terkait penguatan kemampuan bernalar dan pemecahan masalah, khususnya pada mata pelajaran Matematika.

“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tutur Toni.

Hasil TKA diumumkan secara bertahap mulai 26 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Dinas pendidikan dan kantor wilayah terlebih dahulu memperoleh akses daftar kolektif hasil TKA sebelum nantinya satuan pendidikan melakukan verifikasi data peserta dan mencetak Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) untuk dibagikan kepada murid.

Kemendikdasmen juga memastikan integrasi data hasil TKA dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi melalui API dan _web service_ sehingga sekolah tidak perlu menunggu unggahan manual dari peserta didik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More