Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menutup total Tepi Barat yang diduduki mulai Jumat (23/10/2026). Kebijakan darurat tersebut menyusul laporan militer Israel yang menewaskan dua pria terduga pelaku penembakan di dekat Hebron, yang mengakibatkan lima orang terluka.
Setelah menggelar pertemuan dengan Kabinet Keamanan Israel, Netanyahu menuduh Hamas merencanakan serangan tersebut. Militer Israel mengklaim telah menggagalkan potensi serangan terhadap warga sipil karena kedua pria itu membawa senapan M16 dan pistol, meski identitas mereka belum diketahui.
