Ilustrasi Bendera Rusia. (pixabay.com/IGORN)
Pemerintah Inggris memastikan tetap menjaga hubungan yang erat dan stabil dengan pemerintahan Trump meski terjadi pergeseran besar dalam politik domestik AS. Sikap serupa ditunjukkan oleh juru bicara pemerintah Yunani, Pavlos Marinakis, yang menegaskan bahwa seluruh proyek dan perjanjian strategis dengan Washington tidak akan terpengaruh oleh hasil pemilu tersebut. Ia menambahkan bahwa Yunani memiliki hubungan yang sangat baik dengan sejumlah tokoh yang akan menduduki komite-komite kunci di Kongres AS.
"Pergeseran titik berat kekuasaan di AS sering terjadi, tetapi landasan hubungan dengan Pemerintah Inggris, sebagai sekutu terdekatnya, tidak goyah dan tidak berubah. Jadi saya memperkirakan hal ini sama sekali tidak mengubah sifat hubungan tersebut, itu tetap sangat kuat," tutur Menteri Kesehatan Inggris, James Frith, dilansir The Independent.
Dari Moskow, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, menilai kepemimpinan Partai Demokrat memiliki pendekatan yang sangat negatif terhadap hubungan dengan negaranya. Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan harapan agar hasil pemilu sela AS tidak memengaruhi upaya penciptaan perdamaian yang sedang dilakukan Trump.
"Garis kebijakan kami yang berprinsip dan konsisten terkait Ukraina serta kebijakan luar negeri secara umum tidak didasarkan pada pertimbangan jangka pendek dan tidak bergantung pada fluktuasi barometer politik di negara lain. Kami akan melanjutkan pekerjaan kami sesuai dengan arahan Presiden Federasi Rusia," kata Ryabkov kepada kantor berita pemerintah Rusia, RIA.
Di kawasan Asia, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan pemilu tersebut merupakan urusan internal AS dan menyatakan kesiapan Beijing untuk terus mengimplementasikan konsensus kepala negara berdasarkan rasa hormat serta kesetaraan. Dari Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan aliansi Jepang-AS tetap menjadi landasan kebijakan luar negeri dan keamanan negaranya di tengah situasi internasional yang tidak menentu, sedangkan Kementerian Luar Negeri Taiwan berkomitmen memperdalam kerja sama keamanan, perdagangan, teknologi, dan pendidikan dengan Kongres AS.
Sementara itu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menyebut kemenangan Demokrat menandai era baru dalam hubungan dunia. Pernyataan ini disampaikan setelah Ramaphosa sempat berselisih dengan Trump akibat sang presiden AS mempromosikan klaim tak berdasar mengenai genosida kulit putih di Afrika Selatan.
"Kita telah melihat bahwa Partai Demokrat mengambil alih kendali Senat dan DPR, dan rakyat Amerika telah bersuara," ujar Ramaphosa kepada wartawan.