Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasukan Israel Gerebek Rumah Sakit di Tepi Barat, Pasien Dianiaya
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)
  • Pasukan Israel menggerebek Rumah Sakit Bethlehem Arab Society for Rehabilitation pada 17 Agustus 2026, menimbulkan ketakutan serta diduga melakukan kekerasan terhadap pasien dan pengunjung.
  • Kementerian Kesehatan Palestina mengecam penggerebekan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan mendesak WHO serta ICRC melindungi fasilitas medis, pasien, dan tenaga kesehatan.
  • Di Tepi Barat, operasi Israel juga mencakup penahanan warga di Qabatiya dan pembongkaran rumah di Qalandiya; PBB mencatat lebih dari 1.430 serangan pemukim sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel menggerebek sebuah rumah sakit di Bethlehem, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki, pada Senin (17/8/2026) malam. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa para tentara juga melakukan kekerasan terhadap pasien maupun pengunjung.

"Pasukan Israel menyerbu area rumah sakit Bethlehem Arab Society for Rehabilitation, menimbulkan ketakutan di kalangan pasien dan pengunjung, serta melakukan kekerasan terhadap beberapa di antara mereka," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip Anadolu.

1. Kementerian Kesehatan Palestina serukan intervensi internasional

ilustrasi layanan kesehatan di rumah sakit (unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography)

Kementerian mengecam keras penggerebekan tersebut serta pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Israel terhadap rumah sakit dan pusat layanan medis. Pihaknya menegaskan bahwa rumah sakit dan fasilitas kesehatan dilindungi oleh hukum internasional.

"Tindakan menggerebek atau menyerang fasilitas semacam itu, ataupun membahayakan pasien dan tenaga medis, merupakan pelanggaran serius terhadap konvensi dan hukum internasional," kata kementerian.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak organisasi kesehatan dan kemanusiaan internasional, khususnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan pelanggaran berulang terhadap rumah sakit, pusat medis, dan tenaga kesehatan. Selain itu, mereka juga menyerukan jaminan perlindungan terhadap fasilitas medis serta keselamatan bagi pasien dan staf.

2. Sejumlah warga juga ditahan dalam penggebekan lainnya di Tepi Barat

tentara Israel (Picture taken by Justin McIntosh,, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir Anadolu, militer Israel juga dilaporkan mengerahkan pasukannya di kota Qabatiya di Tepi Barat dan menggerebek sejumlah rumah warga. Beberapa warga Palestina ditahan dalam penggerebekan tersebut.

Secara terpisah, pasukan Israel juga merobohkan sebuah rumah dua lantai di desa Qalandiya, yang terletak di sebelah barat laut Yerusalem Timur yang diduduki, dengan alasan bangunan tersebut didirikan tanpa izin. Gubernur Yerusalem menyatakan bahwa pembongkaran tersebut menyebabkan dua keluarga Palestina yang terdiri dari 15 orang kehilangan tempat tinggal.

3. PBB dokumentasikan lebih dari 1.430 serangan pemukim Israel di Tepi Barat sepanjang 2026

ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki meningkat tajam sejak meletusnya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023. Sepanjang 2026 saja, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencatat lebih dari 1.430 serangan oleh pemukim yang mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan harta benda di sekitar 260 komunitas Palestina.

Pada Minggu (16/8/2026), Paus Leo XIV menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk segera mengupayakan perdamaian yang adil dan abadi di wilayah tersebut, dilansir The New Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article