Jakarta, IDN Times - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dan produsen alutsista Lockheed Martin menyepakati kerangka kerja 10 tahun untuk pengadaan sedikitnya 850 jet tempur siluman F-35 Lightning II pada Kamis (22/10/2026). Kesepakatan ini menjadi komitmen pengadaan terbesar sepanjang 25 tahun sejarah program pesawat tersebut dan menegaskan posisi F-35 sebagai tulang punggung kekuatan udara militer AS.
Kedua pihak belum mengungkap total nilai kesepakatan jangka panjang ini, namun harga satu unit F-35 diperkirakan mencapai 100 juta dolar AS (Rp1,8 triliun). Kesepakatan tersebut belum berstatus kontrak produksi final karena masih membutuhkan otorisasi pengadaan multi-tahun dan persetujuan anggaran puluhan miliar dolar AS dari Kongres.
