Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama, menolak tuntutan mengundurkan diri saat unjuk rasa antipemerintah yang diwarnai kekerasan di Tirana yang sudah memasuki hari keenam pada Minggu (18/10/2026). Lewat siaran video berdurasi lebih dari satu jam di media sosial, pemimpin pemerintahan Partai Sosialis sejak 2013 itu menegaskan tidak akan meletakkan jabatannya.
Sejak Selasa (13/10/2026), ratusan demonstran berunjuk rasa di ibu kota untuk menuntut perbaikan kondisi universitas, penurunan biaya kuliah, penciptaan lapangan kerja, dan pemberantasan korupsi. Massa kembali berkumpul di depan gedung Kementerian Pendidikan pada Minggu siang sambil meneriakkan tuntutan agar Rama mundur. Akibat situasi dalam negeri yang memanas, pihak Albania membatalkan jadwal kunjungan resmi Rama untuk menemui Kanselir Austria, Christian Stocker, pada Senin (19/10/2026).
