PM Albania Tuding Kekuatan Asing Dalangi Demo Mahasiswa

- PM Albania Edi Rama menuding kekuatan asing mendorong demonstrasi mahasiswa di Tirana, meski tidak menyertakan bukti atau menyebut pihak yang dituduh.
- Aksi tiga hari diikuti ribuan mahasiswa dan siswa SMA yang menuntut reformasi pendidikan serta pengunduran diri Rama; oposisi mendukung pembentukan pemerintahan sementara menjelang pemilu awal.
- Polisi menangkap 160 orang atas dugaan kekerasan selama demo. Bentrokan, perusakan, penjarahan, bom molotov, dan lemparan batu menyebabkan 156 orang terluka, termasuk 97 polisi.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama, pada Jumat (16/10/2026), menuding kekuatan asing sengaja mendorong demonstrasi besar mahasiswa di negaranya. Menurutnya, pihak asing tidak ingin Albania dapat memenuhi kepentingan negaranya.
Rama mempertanyakan apakah memang mahasiswa yang melakukan demo ini atau pihak lain. Ia menilai demonstrasi yang berujung ricuh di Tirana ini tidak berkaitan dengan kekhawatiran mahasiswa soal kualitas pendidikan.
“Bagaimana bisa mahasiswa menjadi bagian dari aksi seperti ini? Bagaimana orang tua menginvestasikan anaknya hanya untuk menjadi bagian dari kerusakan semacam ini?” terangnya.
1. Rama sebut Albania tidak akan tunduk

ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia) Rama meyakinkan bahwa Albania akan terus kuat dan semakin kuat di tengah hantaman ini. Ia menekankan bahwa pemerintah Albania tidak akan menyerah dari segala macam ancaman dari pihak asing.
“Saya cinta Albania tanpa adanya keraguan sama sekali. Saya tidak akan menyerah dan tunduk begitu saja. Tidak ada kekuatan di dunia yang dapat membuat Albania bertekuk lutut,” katanya, dikutip dari Albania Daily News.
Pernyataan Rama ini berkaitan dengan serangkaian demonstrasi di Albania yang diduga dipicu oleh pihak asing. Namun, ia tidak memberikan bukti maupun secara gamblang siapa pihak asing di balik demonstrasi mahasiswa ini.
2. Demonstran desak Rama mundur

ilustrasi bendera Albania (pexels.com/@eric-b-199437517) Demonstrasi yang berlangsung selama 3 hari ini diketahui sudah diikuti oleh ribuan mahasiswa. Pada Kamis, siswa SMA sudah ikut bersama ribuan demonstran untuk menyuarakan reformasi pendidikan dan mendesak PM Rama untuk mundur dari jabatannya.
“Kami akan berada di alun-alun setiap hari. Kami akan merespons segala bentuk pembungkaman dan akan mengadakan protes yang lebih besar, memobilisasi warga sipil, dan tidak mengikuti peraturan,” katanya, dikutip dari Euronews.
Di sisi lain, Partai Demokratik selaku oposisi menyatakan dukungan kepada mahasiswa dan siswa SMA di Albania. Mereka ikut mendesak pemerintahan Rama agar membentuk pemerintahan sementara menjelang pemilihan umum (pemilu) awal.
3. Polisi tangkap 160 orang dalam 3 hari demo

Tentara Albania. (TSgt Laura K. Smith, Public domain, via Wikimedia Commons) Polisi Albania mengatakan bahwa sebanyak 160 orang ditangkap dalam demonstrasi besar ini. Ratusan demonstran tersebut ditangkap karena tuduhan melakukan aksi kekerasan.
Menurut keterangan jurnalis AFP, terdapat sekelompok pemuda bermasker yang merusak dan menjarah toko. Selain itu, mereka diketahui sudah melemparkan bom molotov dan melempari gedung pemerintahan dengan batu.
Dilansir RTL Today, Menteri Dalam Negeri Albania, Ervin Demo menyatakan bahwa 156 orang terluka dalam bentrokan antara demonstran dan polisi. Sebanyak 97 dari total korban luka adalah petugas kepolisian yang diterjunkan ke lapangan.




















