Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Prancis Gagalkan Upaya Pengeboman di Depan Gedung Bank Amerika

Polisi Prancis Gagalkan Upaya Pengeboman di Depan Gedung Bank Amerika
ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)
Intinya Sih
  • Polisi Prancis menggagalkan upaya pengeboman di depan Bank of America Paris dan menangkap satu tersangka yang mencoba menyalakan alat peledak berisi cairan mudah terbakar.
  • Penyelidikan mengungkap tersangka direkrut lewat Snapchat dengan bayaran 600 euro, sementara PNAT membuka kasus dugaan terorisme mencakup pembuatan serta kepemilikan perangkat peledak.
  • Otoritas menduga aksi ini dipicu konflik di Timur Tengah, seiring meningkatnya keamanan terhadap aset AS, Israel, dan tempat ibadah Yahudi di Prancis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Polisi Prancis berhasil menggagalkan dugaan serangan bom di depan gedung Bank of America di Paris pada Sabtu (28/3/2026). Seorang pria ditangkap saat hendak menyalakan alat pedak di lokasi tersebut.

Dilansir DW, polisi melihat dua pria di dekat bank tersebut membawa sebuah tas belanja sekitar pukul 03:30 dini hari waktu setempat. Salah satu dari mereka dilaporkan hendak menyalakan sebuah perangkat yang terdiri dari sistem penyulut dan wadah berisi cairan yang diduga bahan bakar saat ditangkap. Sementara itu, rekannya berhasil melarikan diri dari lokasi.

1. Tersangka direkrut melalui Snapchat dengan imbalan sekitar Rp11,7 juta

ilustrasi bom
ilustrasi bom (pixabay.com/Anthony-X)

Hasil penyelidikan awal mengungkap adanya sekitar 650 gram bubuk peledak di dalam perangkat tersebut. Benda itu kini telah dibawa ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari sumber kepolisian, tersangka mengaku direkrut melalui aplikasi media sosial Snapchat untuk melakukan pengeboman dengan imbalan 600 euro (sekitar Rp11,7 juta). Juru bicara Bank of America menyatakan pihaknya telah mengetahui situasi tersebut dan terus berkomunikasi dengan otoritas Prancis.

2. Kasus tersebut diselidiki atas dugaan pelanggaran terkait terorisme

ilustrasi pencarian polisi (unsplash.com/Matthias Kinsella)
ilustrasi pencarian polisi (unsplash.com/Matthias Kinsella)

Kantor jaksa nasional antiterorisme Prancis (PNAT) menyatakan pihaknya telah membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran terkait terorisme. Dugaan pelanggaran tersebut mencakup percobaan perusakan dengan api atau cara berbahaya lainnya, pembuatan perangkat pembakar atau peledak, kepemilikan serta pengangkutan perangkat semacam itu dengan tujuan menimbulkan kerusakan berbahaya hingga keterlibatan dalam asosiasi kriminal teroris.

Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, memuji respons cepat aparat keamanan dalam menggagalkan rencana serangan tersebut.

“Tingkat kewaspadaan tetap berada pada level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh aparat keamanan dan intelijen yang sepenuhnya dikerahkan di bawah kewenangan saya dalam konteks situasi internasional saat ini," tulisnya di X, merujuk pada perang di Timur Tengah.

Pihak berwenang Prancis telah memperketat keamanan di sekitar tempat ibadah Yahudi, serta aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Perlindungan pribadi bagi sejumlah tokoh oposisi Iran di pengasingan juga telah ditingkatkan.

3. Motivasi serangan tersebut diduga berkaitan dengan perang di Timur Tengah

ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)
ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)

Sementara itu, seorang pejabat yang mengetahui kasus ini mengatakan bahwa perang di Timur Tengah kemungkinan menjadi motivasi di balik serangan tersebut.

“Saya melihat adanya keterkaitan antara aksi-aksi yang dilakukan di negara-negara tetangga, serta yang diklaim oleh kelompok-kelompok kecil yang merujuk pada konflik tersebut,” katanya kepada saluran berita BFMTV.

Awal bulan ini, pejabat Belanda mengatakan mereka menduga empat remaja yang ditangkap karena dicurigai meledakkan alat peledak di luar sebuah sinagoga di Rotterdam kemungkinan direkrut oleh Iran. Sementara itu di Inggris, sebuah kelompok yang kurang dikenal dan berafiliasi dengan Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan pembakaran di London yang menargetkan empat ambulans relawan milik organisasi Yahudi pekan lalu, dilansir dari France24.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More