Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Populasi Italia Diproyeksikan Menyusut 4 Juta Jiwa pada 2050
Bendera Italia (unsplash.com/Frederic Christian)
  • ISTAT memproyeksikan populasi Italia turun dari 58,9 juta pada awal 2025 menjadi 55 juta pada 2050, lalu 45,8 juta pada 2080 meski ada migrasi masuk.
  • Kelahiran mencapai rekor rendah 355 ribu bayi dan diperkirakan turun menjadi 335 ribu pada 2050, sementara proporsi warga berusia di atas 65 tahun diproyeksikan mencapai 34,5 persen.
  • Menyusutnya usia produktif membebani pensiun, kesehatan publik, dan kas negara, serta memperlebar ketimpangan di selatan Italia yang diprediksi kehilangan 3 juta penduduk pada 2050.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT) merilis peringatan resmi mengenai tren penyusutan drastis jumlah penduduk pada Senin (31/8/2026). Penurunan demografi ini dipicu oleh lonjakan proporsi warga lanjut usia yang tidak diimbangi oleh tingkat kelahiran baru.

Krisis kependudukan tersebut memicu ancaman serius bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan sistem kesejahteraan sosial nasional. Meski Pemerintah Italia terus berupaya merumuskan kebijakan penanganan, pergeseran demografi ini dinilai sangat sulit dibendung.

1. Penduduk berkurang belasan juta jiwa dalam lima dekade

ilustrasi Italia (pexels.com/ Vadim Burdujan)

ISTAT memproyeksikan populasi yang menetap di Italia akan merosot dari 58,9 juta jiwa pada awal 2025 menjadi 55 juta jiwa pada 2050. Tren penyusutan ini diperkirakan terus berlanjut hingga menyentuh angka 45,8 juta jiwa pada 2080.

Kondisi tersebut menandakan Italia terancam kehilangan lebih dari 13 juta penduduk dalam kurun waktu lima dekade mendatang. Arus migrasi masuk dari luar negeri dinilai belum cukup tangguh untuk menambal defisit demografi ini.

"Penduduk akan terus berkurang secara konsisten sepanjang periode perkiraan 2025 hingga 2080, bahkan dalam skenario perhitungan yang paling menguntungkan sekalipun," urai laporan ISTAT, dilansir Times of India.

2. Lansia bertambah saat angka kelahiran cetak rekor terendah

ilustrasi Italia, vineyard, petani anggur, pertanian, wine (unsplash.com/Andrea Cairone)

Tingkat kelahiran di Italia terus anjlok sejak 2008 dan menyentuh rekor terendah sebanyak 355 ribu bayi pada tahun lalu. Angka ini diprediksi kian menyusut menjadi 335 ribu kelahiran pada 2050, sementara tingkat kematian justru meroket dari 652 ribu menjadi 869 ribu jiwa pada 2058.

Populasi lansia di atas 65 tahun diproyeksikan melonjak hingga 34,5 persen, yang secara langsung memangkas ketersediaan tenaga kerja. Kebijakan pro-kelahiran dari Perdana Menteri Giorgia Meloni pun belum membuahkan hasil lantaran tingkat kesuburan mandek di angka 1,14.

"Penuaan populasi merupakan tren demografi yang paling pasti saat ini, terutama karena generasi baby-boomers sudah mulai memasuki usia lanjut," terang ISTAT.

3. Krisis pekerja ancam stabilitas ekonomi dan perlebar ketimpangan

ilustrasi Italia (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Penyusutan jumlah tenaga kerja produktif dipastikan membebani sistem pensiun dan layanan kesehatan publik imbas meledaknya populasi lansia. Lonjakan anggaran jaminan sosial ini berisiko menggoyahkan stabilitas kas negara dalam jangka panjang.

Dampak krisis demografi ini turut memperparah ketimpangan regional, khususnya di bagian selatan Italia. Wilayah tersebut diprediksi akan kehilangan penduduk dari 19,7 juta menjadi 16,7 juta jiwa pada 2050 akibat tingginya migrasi kelompok usia muda ke daerah lain.

"Berkurangnya kelompok usia produktif akan langsung menekan ketersediaan tenaga kerja, sehingga menimbulkan tantangan berat bagi roda ekonomi dan sistem kesejahteraan nasional," sebut ISTAT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Seompreng MBG, 592 Pasien02 Sep 2026, 22:44 WIB