Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Danau Ontario yang Diubah Menjadi Danau America

5 Fakta Unik Danau Ontario yang Diubah Menjadi Danau America
Danau Ontario (NASA, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • Presiden AS Donald Trump mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau America pada 27 Agustus 2026, di tengah perang tarif AS-Kanada yang dipicu negosiasi perdagangan gagal.
  • Kanada menolak perubahan sepihak tersebut; Mark Carney menegaskan nama Ontario berasal dari bahasa Wendat dan telah digunakan lebih dari 400 tahun.
  • Google Maps memperbarui nama bagi pengguna AS mengikuti GNIS, sementara Kanada tetap menampilkan Danau Ontario dan pengguna negara lain melihat kedua nama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan keputusan eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau America pada Kamis (27/8/2026). Perubahan nama tersebut memicu pembaruan pada layanan peta digital Google Maps bagi pengguna di wilayah Amerika Serikat mulai Sabtu (29/8/2026), di tengah memanasnya perang tarif antara Amerika Serikat dan Kanada.

Kebijakan penamaan sepihak ini memantik gelombang penolakan keras dari pejabat pemerintah Kanada yang menegaskan bahwa danau perbatasan tersebut memiliki nilai sejarah panjang. Perairan yang berada di kawasan Danau-Danau Besar Amerika Utara ini menyimpan berbagai keunikan geografis, sejarah ekosistem, hingga asal-usul nama kuno yang telah bertahan selama ratusan tahun.

  1. 1. Asal-usul nama berasal dari bahasa suku asli Wendat

    Danau Ontario
    Danau Ontario (pexels.com/Jeffrey Eisen)

    Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa nama Ontario diambil dari kosakata suku asli Wendat atau Huron yaitu Ontarí’io. Seperti dilansir Al Jazeera, kata tersebut memiliki arti danau yang indah atau danau yang besar. Nama kuno ini sudah digunakan lebih dari 400 tahun, jauh sebelum Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat berdiri.

    Melalui unggahan di media sosial pada Rabu (26/8/2026), Carney mengkritik langkah politik pemerintah Amerika Serikat yang mencoba merubah penamaan geografi perbatasan. "Menamai realitas berarti menyebutnya Danau Ontario – dulu, sekarang, dan selamanya," ujar Carney seperti dilansir Al Jazeera.

    Senada dengan Perdana Menteri Kanada, Premier Ontario Doug Ford juga menolak tegas keputusan tersebut. Dilansir Al Jazeera, Ford menyatakan pada Minggu (30/8/2026) melalui wawancara dengan ABC News bahwa keputusan Presiden AS tersebut "seperti sesuatu yang keluar dari sketsa Saturday Night Live" dan tidak akan diterima warga. "Tidak ada yang akan menyebutnya Lake America. Tempat ini telah menjadi Danau Ontario selama ratusan tahun. Danau ini akan terus menjadi Danau Ontario," tegas Ford.

  2. 2. Danau terkecil dengan elevasi paling rendah di Great Lakes

    citra satelit Danau Ontario
    citra satelit Danau Ontario (International Space Station Expedition 36 Crew, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Dilansir Britannica, Danau Ontario merupakan danau terkecil dan paling timur di antara lima perairan utama dalam sistem Danau-Danau Besar (Great Lakes) Amerika Utara. Danau ini memiliki luas permukaan sekitar 7.340 mil persegi atau setara 19.011 kilometer persegi. Meskipun menjadi yang terkecil dari segi luas permukaan, perairan ini memegang posisi kedua terkecil berdasarkan volume air.

    Berdasarkan catatan National Museum of the Great Lakes, Danau Ontario berada pada elevasi terendah di antara seluruh perairan sistem tersebut, yaitu 243 kaki atau 74 meter di atas permukaan laut. Kedalaman rata-rata perairan ini mencapai 283 kaki atau 86 meter, dengan titik terdalam berada di kedalaman 802 kaki atau 244 meter.

    Perairan berbentuk elips ini memiliki panjang utama sekitar 193 mil atau 311 kilometer dan lebar maksimum 53 mil atau 85 kilometer. Danau Ontario juga berfungsi sebagai saluran keluar alami utama yang mengalirkan air dari seluruh sistem perairan menuju Sungai St. Lawrence hingga berakhir di Samudra Atlantik.

  3. 3. Menyimpan sejarah militer dan jalur perdagangan antarnegara

    Danau Ontario
    Danau Ontario (pexels.com/Sahil Singh)

    Sejarah penjelajahan bangsa Eropa di Danau Ontario tercatat dimulai pada 1615 saat penjelajah Prancis Étienne Brûlé dan Samuel de Champlain mendatangi kawasan tersebut. Dilansir Britannica, wilayah ini awalnya dikuasai suku Iroquois sebelum Prancis mendirikan Fort-Frontenac pada 1673 di lokasi kota Kingston saat ini.

    Kawasan perairan ini juga menjadi saksi konflik militer penting, termasuk Perang Prancis dan Indian serta Perang 1812 antara Amerika Serikat dan Inggris. Dilansir National Museum of the Great Lakes, sisa-sisa benteng bersejarah seperti Fort Ontario di Oswego, New York, dan Fort Henry di Kingston masih berdiri hingga kini.

    Konektivitas perdagangan di danau ini berkembang pesat setelah dibukanya Terusan Welland pada dekade 1830-an untuk menghubungkan Danau Ontario dengan Danau Erie. Pembangunan infrastruktur penyeberangan tersebut mengatasi rintangan alami Air Terjun Niagara sehingga memungkinkan arus pelayaran komersial antarkota industri seperti Toronto, Hamilton, dan Rochester.

  4. 4. Fenomena gunung es pantai dan keanekaragaman hayati

    smallmouth bass
    smallmouth bass (Eric Engbretson, U.S. Fish and Wildlife Service, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Pada musim dingin, Danau Ontario menyajikan fenomena alam unik yang dikenal sebagai ice volcanoes atau gunung es pantai. Dilansir National Museum of the Great Lakes, fenomena ini terbentuk saat hantaman gelombang mendorong air keluar melalui retakan es di sepanjang pantai hingga membentuk bukit es yang menyemburkan air.

    Danau Ontario mendukung ekosistem yang kaya dengan berbagai spesies ikan asli seperti smallmouth bass, walleye, lake trout, whitefish, dan yellow perch. Wilayah hutan di sisi utara danau didominasi oleh pohon maple gula dan ek merah, sementara di sisi selatan ditumbuhi eastern hemlock dan kayu black cherry.

    Selain menjadi habitat alami bagi hewan liar seperti elang botak, serigala, dan koyote, danau ini juga menjadi sumber air minum vital bagi warga sekitar. Dilansir National Museum of the Great Lakes, sebanyak 5,6 juta penduduk yang tinggal di kawasan perbatasan Amerika Serikat dan Kanada mengandalkan danau ini untuk kebutuhan air bersih harian.

  5. 5. Perubahan nama di peta digital akibat ketegangan tarif

    bendera Kanada dan Amerika Serikat
    bendera Kanada dan Amerika Serikat (unsplash.com/Walter Martin)

    Keputusan Amerika Serikat mengubah nama perairan tersebut berawal dari ketegangan perang tarif. Setelah negosiasi perdagangan tidak mencapai kesepakatan, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen pada produk Kanada, yang kemudian dibalas Kanada dengan tarif serupa. Sebagai bentuk tindakan balasan politik di tengah perang tarif tersebut, Trump menetapkan perubahan nama danau. Langkah retaliasi ekonomi ini diambil setelah negosiasi perdagangan antara kedua negara tidak mencapai kesepakatan.

    Mengikuti pembaruan resmi pada Sistem Informasi Nama Geografis AS (GNIS) pasca-keputusan pemerintah Amerika Serikat, Google memperbarui nama perairan tersebut menjadi Danau America khusus untuk pengguna peta digital di Amerika Serikat. Dilansir Al Jazeera, pihak Google menegaskan bahwa pembaruan ini mengikuti kebijakan baku perusahaan terkait penamaan perairan yang berbeda di tiap negara.

    "Pembaruan ini mengikuti kebijakan jangka panjang kami untuk badan air yang namanya bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan mulai diluncurkan sekarang," tulis pihak Google dalam pernyataan resminya seperti dilansir Al Jazeera. Sementara itu, pengguna peta digital di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario, sedangkan pengguna di luar kedua negara tersebut dapat melihat kedua nama secara bersamaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More