Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengaku sangat sulit berinteraksi dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Hal ini karena Mojtaba sedang dalam persembunyian demi alasan keamanan. Meski begitu, Pezeshkian mengaku kehadiran Mojtaba masih dibutuhkan oleh negara dan seluruh pejabat yang ada di Iran untuk menjalankan roda pemerintahan.
"Saat ini, sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya (Mojtaba Khamenei). Namun, bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus melanjutkan (perjuangan)," kata Pezeshkian dalam sebuah wawancara bersama stasiun televisi nasional Iran yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), seperti dikutip France 24.
