Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Protes Zelenskyy, Kosovo Turunkan Bendera Ukraina di Pristina
ilustrasi bendera Kosovo (unsplash.com/aboodi_vm)
  • Kosovo menurunkan bendera besar Ukraina di Grand Hotel, Pristina, pada 9 Agustus 2026 sebagai protes atas penolakan Presiden Volodymyr Zelenskyy mengakui kemerdekaan Kosovo.
  • Wali Kota Pristina Perparim Rama menuntut penghormatan terhadap kedaulatan Kosovo, sementara warga Albania berdemonstrasi di depan kedutaan Ukraina dan Serbia di Tirana.
  • Presiden Serbia Aleksandar Vucic mendukung kedaulatan penuh Ukraina, termasuk Krimea, sebagai respons atas dukungan Ukraina terhadap integritas teritorial Serbia yang mencakup Kosovo dan Metohija.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kosovo resmi menurunkan bendera besar Ukraina di Grand Hotel, Pristina pada Minggu (9/8/2026). Keputusan ini sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy yang menolak mengakui kemerdekaannya.  

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Kosovo, Behgjet Pacolli mendesak Zelenskyy mengakui kemerdekaan Kosovo. Sebab, Kosovo selama ini terus menyuarakan dukungan besar kepada Ukraina yang dilanda perang hingga 4,5 tahun lamanya. 

1. Wali Kota Pristina sebut Ukraina harus menghormati Kosovo

ilustrasi bendera Kosovo (unsplash.com/enginakyurt)

Wali Kota Pristina, Perparim Rama mengatakan bahwa penurunan bendera Ukraina ini sebagai bentuk protes. Menurutnya, kedaulatan Kosovo harus dihormati dan penurunan bendera ini adalah jawaban dari sikap Ukraina. 

“Solidaritas kami akan selalu bersama dengan rakyat yang terdampak perang, kekerasan, dan persekusi. Setelah semua ini, kami lebih dari yang lainnya dan tahu apa artinya perjuangan untuk kemerdekaan, harga diri, dan hak untuk eksis sebagai sebuah negara,” terangnya, dikutip dari Koha.

2. Warga Albania protes di depan Kedubes Ukraina dan Serbia

ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)

Pada saat yang sama, sejumlah warga Albania diketahui mengadakan demonstrasi di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina dan Serbia di Tirana. Protes ini dilakukan menyusul penolakan Zelenskyy mengakui kemerdekaan Kosovo. 

Demonstran tersebut diketahui menyuarakan KLA atau Kosovo Liberation Army dalam aksi tersebut. Tak sedikit dari demonstran tersebut juga menghina Zelenskyy dan menyayangkan keputusannya menolak kemerdekaan Kosovo. 

3. Serbia dukung kedaulatan Krimea sebagai wilayah Ukraina

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. (Medija Centar Beograd, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Pada Sabtu, Presiden Serbia, Aleksandar Vucic mengakui penuh kedaulatan Ukraina, termasuk Krimea yang dianeksasi Rusia. Pernyataan ini sebagai balasan atas dukungan Ukraina atas kedaulatan Serbia, termasuk mengakui Kosovo dan Metohija. 

“Kami mendukung sesuai Piagam PBB, resolusi PBB, dan berarti integritas seluruh anggota PBB yang juga termasuk integritas teritorial Ukraina. Kami sangat bersyukur Ukraina mendukung integritas teritorial Republik Serbia,” ungkapnya, dikutip dari Euromaidan Press.

Kosovo saat ini masih diakui hanya dari sebagian negara di dunia. Di Uni Eropa (UE), 22 dari 27 negara sudah mengakui kemerdekaan Kosovo, tapi masih ada Slovakia, Spanyol, Siprus, Rumania, dan Yunani yang belum mau mengakui kedaulatan Kosovo. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article