Raja Charles Jadi Penguasa Inggris Pertama Ungkap Pajak Pribadi ke Publik

- Raja Charles III menjadi monarki Inggris pertama yang secara terbuka mengungkap pajak pribadinya sebagai langkah transparansi dan modernisasi keuangan kerajaan.
- Pangeran William, meski juga membayar pajak secara sukarela dari pendapatan Duchy of Cornwall, belum mempublikasikan jumlah pasti kewajiban pajaknya.
- Istana Buckingham menegaskan komitmen memperkuat akuntabilitas publik dengan merilis laporan keuangan lebih komprehensif, termasuk Sovereign Grant dan Duchy of Lancaster.
Jakarta, IDN Times - Raja Charles III akan membuat langkah yang belum pernah dilakukan kepala negara Inggris sebelumnya dengan mengungkap secara terbuka besaran kewajiban pajak pribadinya. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi terkait keuangan keluarga kerajaan.
Informasi mengenai pajak pribadi Raja Charles akan dimuat dalam laporan baru mengenai keuangan kerajaan yang akan dirilis pekan ini. Laporan tersebut disiapkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan mudah dipahami mengenai berbagai sumber pendapatan kerajaan.
Langkah tersebut menjadi yang pertama bagi seorang raja yang sedang berkuasa di Inggris. Sebelumnya, Charles pernah mempublikasikan informasi serupa saat masih menjabat sebagai Pangeran Wales.
Keputusan Raja Charles juga kontras dengan Putra Mahkota Pangeran William, yang hingga kini belum mengungkap secara terbuka jumlah pajak yang dibayarkannya sejak menjadi pewaris takhta.
Istana Buckingham menyebut, keputusan tersebut merupakan keinginan langsung Raja Charles sebagai bagian dari modernisasi yang terus dilakukan sejak dirinya naik takhta.
“Meskipun ini adalah pertama kalinya seorang raja membagikan informasi pajak pribadinya, Anda mungkin ingat bahwa Yang Mulia juga pernah merilisnya saat masih menjadi Pangeran Wales. Keputusan untuk melakukannya sebagai penguasa dibuat atas keinginan Raja sendiri, sebagai bagian dari penyesuaian yang dilakukan sejak naik takhta,” kata Juru Bicara Istana Buckingham, dilansir dari The Independent, Minggu (21/6/2026).
1. Raja Charles peroleh pendapatan dari investasi hingga Duchy of Lancaster

Pendapatan pribadi Raja Charles berasal dari sejumlah sumber, mulai dari investasi, keuntungan perdagangan, hingga pendapatan dari kawasan milik pribadi di Balmoral dan Sandringham serta tabungan pribadinya. Selain itu, Raja Charles juga memperoleh pemasukan dari Duchy of Lancaster, portofolio pribadi yang mencakup lahan, investasi, dan properti komersial. Pada tahun fiskal 2024-2025, aset tersebut menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 26,8 juta poundsterling.
Duchy of Lancaster sejak lama menjadi sumber pendapatan independen bagi penguasa Inggris, yang digunakan untuk mendanai pengeluaran resmi maupun pribadi serta mendukung anggota keluarga kerajaan lainnya.
Sesuai Nota Kesepahaman tentang Perpajakan Kerajaan 2023 yang disepakati pemerintah Inggris, Raja Charles secara sukarela membayar pajak penghasilan atas seluruh pemasukan pribadinya serta pajak keuntungan modal atas aset yang relevan.
Rincian total pajak pribadi Raja Charles untuk tahun fiskal 2024-2025 dijadwalkan diumumkan pekan ini bersamaan dengan laporan keuangan kerajaan lainnya. Sementara rincian tahun fiskal 2025-2026 akan dipublikasikan tahun depan setelah proses audit selesai.
2. Pangeran William tak ungkap besaran pajak yang dibayarkan

Berbeda dengan Raja Charles, Pangeran William tidak mengungkap jumlah pasti pajak yang dibayarkannya. Sebagai pewaris takhta, William menerima pendapatan dari Duchy of Cornwall, sebuah kawasan warisan senilai miliaran poundsterling yang mencakup sejumlah aset, termasuk lapangan kriket The Oval dan Penjara Dartmoor.
Pada tahun fiskal terakhir, Pangeran William memperoleh hampir 23 juta poundsterling dari kawasan tersebut.
Meski demikian, ia disebut secara sukarela membayar pajak penghasilan dengan tarif tertinggi setelah dikurangi biaya-biaya resmi, tanpa mempublikasikan angka pastinya.
Baru-baru ini, William juga dilaporkan berencana menginvestasikan 500 juta poundsterling yang diperoleh dari penjualan sebagian aset Duchy of Cornwall dan transaksi lainnya untuk menciptakan dampak positif bagi dunia.
3. Istana Buckingham klaim terus berbenah demi transparansi

Selain laporan pajak Raja Charles, pekan ini Istana Buckingham juga akan mempublikasikan laporan Sovereign Grant yang menjadi sumber pembiayaan tugas-tugas resmi keluarga kerajaan.
Berdasarkan laporan tahun lalu, nilai Sovereign Grant mencapai 86,3 juta poundsterling. Dari jumlah tersebut, 51,8 juta poundsterling digunakan untuk kebutuhan inti seperti perjalanan dan biaya pegawai, sementara 34,5 juta poundsterling dialokasikan untuk program renovasi Istana Buckingham.
Istana Buckingham juga akan menerbitkan laporan baru yang lebih komprehensif mengenai keuangan keluarga kerajaan, termasuk laporan keuangan Duchy of Lancaster.
Juru Bicara Istana Buckingham mengatakan, tujuan laporan tersebut adalah meningkatkan pemahaman publik terhadap pengelolaan keuangan kerajaan.
“Tujuan kami adalah menjelaskan seluruh unsur keuangan kerajaan dengan cara yang semakin meningkatkan kejelasan dan kemudahan akses, sekaligus menempatkannya dalam konteks sejarah dan konstitusionalnya,” ujar juru bicara Istana Buckingham.
Ia menambahkan, rumah tangga kerajaan terus mencari cara untuk memperkuat akuntabilitas kepada publik.
“Untuk terus meningkatkan diri dan mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai akuntabilitas kami, rumah tangga kerajaan telah mempertimbangkan berbagai pilihan untuk lebih meningkatkan transparansi ini dan hari ini dapat mengumumkan langkah tambahan yang sejalan dengan prioritas pelayanan publik kami. Sederhananya, kami terus melakukan modernisasi dan berkembang,” kata juru bicara tersebut.
Langkah Raja Charles membuka informasi pajak pribadinya pun menjadi bagian dari upaya modernisasi yang tengah dijalankan monarki Inggris dalam memperkuat transparansi kepada publik.










![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)








