Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Israel Tewaskan Jurnalis di Lebanon, Evakuasi Medis Diadang

Serangan Israel Tewaskan Jurnalis di Lebanon, Evakuasi Medis Diadang
tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Serangan udara Israel di desa at-Tiri menewaskan jurnalis Lebanon Amal Khalil dan melukai fotografer Zeinab Faraj, dengan evakuasi korban sempat terhambat oleh tembakan pasukan Israel.
  • Pemerintah Lebanon mengecam keras insiden tersebut sebagai kejahatan perang, menuntut akuntabilitas Israel serta perlindungan bagi jurnalis, didukung oleh seruan penyelidikan dari organisasi internasional.
  • Militer Israel membantah sengaja menargetkan jurnalis, mengklaim serangan ditujukan pada fasilitas Hizbullah dan menyatakan masih meninjau detail insiden untuk memastikan keselamatan pekerja media.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Serangan udara Israel di desa at-Tiri menewaskan seorang jurnalis Lebanon bernama Amal Khalil pada Rabu (22/4/2026). Rekan kerjanya yang merupakan fotografer lepas, Zeinab Faraj, juga mengalami luka parah akibat gempuran tersebut.

Khalil menjadi pekerja media keempat yang tewas dibunuh Israel di Lebanon sejak Maret lalu. Secara keseluruhan, serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon pada hari itu telah menewaskan lima orang warga.

1. Kronologi jurnalis diserang dan evakuasi dihalangi

ilustrasi protes represi media
ilustrasi protes represi media (unsplash.com/Marija Zaric)

Peristiwa nahas ini bermula ketika serangan udara Israel menghantam sebuah mobil yang melaju di depan kendaraan kedua jurnalis tersebut. Serangan awal ini dilaporkan langsung merenggut nyawa dua orang penumpang di dalam mobil.

Khalil dan Faraj kemudian bergegas keluar dari kendaraan mereka untuk mencari perlindungan di sebuah rumah terdekat. Nahas, bangunan tempat mereka berlindung justru ikut dihantam misil Israel tidak lama kemudian.

Tim penyelamat yang tiba di lokasi awalnya hanya berhasil mengevakuasi Faraj yang menderita luka serius di bagian kepala. Mereka terpaksa meninggalkan Khalil yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Upaya evakuasi lanjutan sempat terhambat karena pasukan Israel terus menembakkan granat kejut dan peluru tajam ke arah ambulans. Jenazah Khalil akhirnya baru bisa dievakuasi beberapa jam kemudian setelah pihak berwenang berkoordinasi dengan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

2. Lebanon kecam serangan sebagai kejahatan perang

bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)

Pemerintah Lebanon langsung bereaksi keras menanggapi tewasnya jurnalis harian Al-Akhbar tersebut. Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawaf Salam, menuduh Israel telah melakukan kejahatan perang.

"Menargetkan jurnalis dan menghalangi akses tim penyelamat kepada mereka, serta penargetan ulang terhadap tim evakuasi setelah tiba, merupakan kejahatan perang," ujar Salam, dilansir CNN.

Kecaman serupa juga disuarakan oleh Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, yang menuntut jaminan perlindungan bagi kebebasan pers. Ia menegaskan bahwa militer Israel harus bertanggung jawab atas keselamatan para jurnalis di lapangan.

Organisasi internasional Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) turut meradang. Sebelumnya, pakar PBB juga telah mendesak diadakannya penyelidikan independen internasional terkait insiden yang menewaskan jurnalis di Lebanon.

3. Israel bantah sengaja targetkan jurnalis

ilustrasi bendera Israel. (unsplash.com/Taylor Brandon)
ilustrasi bendera Israel. (unsplash.com/Taylor Brandon)

Di sisi lain, militer Israel menepis tuduhan dari pemerintah Lebanon. Mereka mengklaim operasi militer tersebut menyasar infrastruktur milik kelompok bersenjata Hizbullah. Pasukan Israel berdalih bahwa mereka melihat dua kendaraan keluar dari fasilitas militer dan bergerak dengan cara yang mengancam. Oleh karena itu, angkatan udara mereka memutuskan untuk menyerang kendaraan tersebut beserta bangunan tempat para target melarikan diri.

Militer Israel juga membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa mereka sengaja menghadang tim medis untuk mendekati area serangan. Militer Israel menyatakan pihaknya masih meninjau detail terkait insiden tersebut.

"Pasukan kami tidak menargetkan jurnalis dan selalu berupaya untuk meminimalkan bahaya terhadap keselamatan mereka," tutur perwakilan militer Israel, dilansir CNN.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More