Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tolak Partisipasi Israel, 1.000 Artis Boikot Kontes Musik Eurovision

Tolak Partisipasi Israel, 1.000 Artis Boikot Kontes Musik Eurovision
Suasana kontes musik Eurovision pada 2016. (flickr.com/David Jones via commons.wikimedia.org/David Jones)
Intinya Sih
  • Lebih dari 1.000 artis dunia menandatangani surat terbuka untuk memboikot Eurovision 2026 karena menolak partisipasi Israel yang dianggap terlibat dalam genosida terhadap warga Palestina.
  • Kelompok No Music for Genocide menjadi penggagas aksi ini dan mendesak European Broadcasting Union (EBU) mendiskualifikasi Israel agar boikot dapat dihentikan.
  • Para artis mengecam EBU karena dinilai bersikap munafik dengan tetap mengizinkan Israel ikut, sementara Eurovision dijadwalkan berlangsung pada 12–16 Mei mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sebanyak lebih dari 1.000 artis dunia yang terdiri dari musisi, seniman, dan penyiar radio kompak memboikot pelaksanaan kontes musik Eropa, yakni Eurovision 2026. Boikot ini tertuang dalam surat terbuka yang sudah ditandatangani pada Selasa (21/4/2026).

Dalam surat tersebut, artis dunia kompak menolak gelaran kontes musik Eurovision karena Israel ikut berpartisipasi di dalamnya. Mereka tidak ingin ada pelaku genosida berpartisipasi dalam kontes musik tersebut. Genosida yang dimaksud di sini adalah serangan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.  

1. Surat terbuka dibuat oleh kelompok No Music for Genocide

Seseorang memegang amplop cokelat berisi selembar kertas putih di atas meja kayu dengan alat tulis di sampingnya.
ilustrasi surat terbuka (pexels.com/Angela Roma)

Dilansir Anadolu Agency, surat terbuka yang sudah ditandatangani oleh lebih dari 1.000 artis tadi dibuat oleh kelompok bernama No Music for Genocide. Kelompok tersebut ingin para musisi, seniman, dan penyiar radio di seluruh dunia ikut memboikot kontes musik Eurovision karena Israel terlibat di dalamnya. 

Dalam surat tersebut, No Music for Genocide mengatakan boikot akan dihentikan jika Israel sudah dilarang untuk ikut serta dalam kontes Eurovision. Oleh karena itu, kelompok tersebut mendesak European Broadcasting Union (EBU) sebagai penyelenggara untuk segera mendiskualifikasi Israel dari ajang tersebut.

2. Artis dunia mengecam EBU karena mengizinkan Israel ikut serta dalam kontes Eurovision

Kantor European Broadcasting Union
potret kantor European Broadcasting Union (EBU) (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Dalam surat tersebut, para artis dunia juga mengecam EBU karena telah mengizinkan Israel berpartisipasi dalam kontes musik Eurovision. Mereka menilai EBU tidak menjaga komitmennya karena sudah mengajak Israel untuk ikut serta di kontes musik tersebut. Padahal, EBU pernah menyatakan tidak akan pernah mengizinkan Israel untuk ikut serta di dalamnya.

"Tanggapan munafik EBU terhadap kejahatan Rusia dan Israel telah menghilangkan ilusi netralitas yang diklaim Eurovision. Pada 2022, EBU mengatakan bahwa kehadiran Rusia akan mencemarkan nama baik kompetisi. Namun, lebih dari 30 bulan genosida di Gaza, bersamaan dengan pembersihan etnis dan perampasan tanah di Tepi Barat, tidak dianggap cukup untuk menerapkan kebijakan yang sama kepada Israel," bunyi surat tersebut.

3. Kontes musik Eurovision bakal digelar pada Mei mendatang

Suasana kontes musik Eurovision pada 2012.
Suasana kontes musik Eurovision pada 2012. (commons.wikimedia.org/Vugarİbadov)

Sebagai informasi, Eurovision merupakan salah satu kontes musik terbesar di Benua Eropa. Ajang ini kerap diikuti oleh sejumlah musisi dari berbagai negara di Eropa, seperti Spanyol, Austria, Irlandia, Islandia, Slovenia, dan Belanda.  

Kontes Eurovision ini bakal segera digelar pada 12 sampai 16 Mei 2026 mendatang. Namun, jika EBU tidak juga mendiskualifikasi Israel, kompetisi ini diprediksi tidak akan digelar tahun ini.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More