Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan Rudal Iran Hancurkan 2 Kota Israel, Korban Massal Berjatuhan

Serangan Rudal Iran Hancurkan 2 Kota Israel, Korban Massal Berjatuhan
ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim
Intinya Sih
  • Iran meluncurkan rudal balistik ke Dimona dan Arad, menyebabkan hampir 100 korban luka serta kerusakan besar di tengah konflik empat minggu antara AS, Israel, dan Iran.
  • Sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat dua rudal yang menghantam langsung kedua kota, memicu penyelidikan militer atas penyebab kegagalan intersepsi tersebut.
  • Iran menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan ke fasilitas nuklir Natanz, sementara Israel membalas dengan menyerang pusat riset di Teheran terkait pengembangan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kota di selatan Israel, Dimona dan Arad, pada Sabtu (21/3/2026). Serangan tersebut menyebabkan hampir 100 orang mengalami luka serta memicu kerusakan berat pada rumah dan bangunan tempat tinggal di kedua wilayah itu, di tengah konflik empat minggu antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Dilansir dari Al Jazeera, data layanan darurat Israel menunjukkan korban luka di Dimona setidaknya 39 orang, termasuk anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi kritis akibat serpihan, sementara di Arad jumlahnya mencapai setidaknya 88 orang dengan dua anak mengalami luka serius. Kerusakan yang terjadi mencakup bangunan runtuh, kebakaran di sejumlah titik, serta dugaan korban yang masih tertimbun di Arad. Kepala eksekutif Magen David Adom, Eli Bin, menggambarkan insiden di Arad sebagai kejadian berskala sangat besar.

1. Sistem pertahanan Israel gagal cegat rudal

ilustrasi rudal
ilustrasi rudal (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Sistem pertahanan udara Israel langsung diaktifkan saat serangan berlangsung, namun setidaknya dua rudal balistik dengan hulu ledak ratusan kilogram tak berhasil dicegat. Kedua rudal tersebut menghantam langsung Dimona dan Arad.

Juru bicara Tentara Pertahanan Israel (IDF), Brigjen Effie Defrin, menyampaikan melalui platform X bahwa sistem pertahanan telah bekerja tetapi gagal menghentikan rudal yang masuk. Ia memastikan akan dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk memahami penyebab kegagalan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa rudal yang digunakan bukan jenis baru bagi mereka. Ia juga menyampaikan simpati kepada warga terdampak.

“Hati kami bersama warga Arad dan Dimona malam ini,” ujarnya, dikutip dari The Guardian.

Angkatan Udara Israel bersama Komando Depan Dalam Negeri kemudian membuka penyelidikan terpisah guna mengungkap penyebab kegagalan intersepsi.

2. Iran sebut serangan balasan atas Natanz

ilustrasi perang (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi perang (pexels.com/Pixabay)

Melalui televisi negara dan kantor berita Tasnim, Iran menyatakan peluncuran rudal tersebut sebagai respons langsung atas serangan yang menargetkan kompleks pengayaan nuklir Natanz pada hari yang sama. Iran juga memastikan tidak ada kebocoran radioaktif di lokasi tersebut.

Tasnim menyatakan bahwa pihak lawan kembali menerima pelajaran yang tak terlupakan dan menegaskan tak ada wilayah yang aman dari jangkauan rudal Iran. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan Pusat Penelitian Nuklir Negev Shimon Peres di Dimona tidak mengalami kerusakan. Tingkat radiasi di sekitar lokasi tetap normal tanpa indikasi abnormal.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menekankan pentingnya pengendalian militer yang ketat terutama di sekitar fasilitas nuklir. Ia juga kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri secara militer untuk mencegah potensi kecelakaan nuklir terkait laporan serangan di Natanz.

3. Israel serang fasilitas riset di Teheran

bendera Israel
bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

Militer Israel mengumumkan telah menyerang fasilitas penelitian dan pengembangan di Universitas Malek Ashtar, Teheran. Menurut keterangan Israel, lokasi tersebut digunakan untuk mengembangkan komponen senjata nuklir dan rudal balistik.

Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan identitasnya, seperti dikutip Associated Press, membantah keterlibatan negaranya dalam serangan ke Natanz. Hingga saat itu, militer Israel belum merilis pernyataan resmi lengkap mengenai insiden tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggambarkan malam itu sebagai sangat sulit dalam upaya mempertahankan masa depan Israel serta menegaskan komitmen untuk terus menyerang musuh di berbagai front, termasuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More