Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siapa Saja Negara Penyumbang Dana PBB Terbesar? AS Memimpin
ilustrasi united nations, PBB (unsplash.com/Salya T)
  • Amerika Serikat menjadi kontributor pemerintah terbesar bagi sistem PBB pada 2025, menyumbang US$7,094 miliar atau sekitar Rp117,05 triliun melalui kontribusi wajib, sukarela, dan pendapatan lainnya.

  • Jerman dan China menempati peringkat kedua serta ketiga, disusul Inggris dan Jepang dalam lima besar; negara-negara Eropa juga dominan, termasuk Swedia, Norwegia, Belanda, Prancis, dan Italia.

  • Indonesia berada di peringkat ke-46 dengan kontribusi US$96 juta atau sekitar Rp1,58 triliun; jumlah dana tidak menentukan suara di Majelis Umum, karena setiap anggota tetap memiliki satu suara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengandalkan kontribusi keuangan dari berbagai negara untuk menjalankan program internasional, mulai dari misi perdamaian hingga bantuan kemanusiaan. Dana tersebut berasal dari kontribusi wajib yang ditetapkan berdasarkan kemampuan ekonomi negara serta sumbangan sukarela untuk mendukung lembaga dan program tertentu.

Namun, pernahkah kamu bertanya negara mana yang menyumbangkan dana paling besar untuk mendukung operasional PBB? Berdasarkan data kontribusi pemerintah tahun 2025, Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas dengan nilai sumbangan yang jauh melampaui negara-negara lainnya. Menariknya, negara dengan ekonomi besar bukan satu-satunya pihak yang berperan penting karena sejumlah negara Eropa dengan ukuran ekonomi lebih kecil juga masuk dalam daftar kontributor utama.

Data yang dihimpun oleh United Nations System Chief Executives Board for Coordination (UN CEB) mencakup kontribusi wajib, sumbangan sukarela, dan pendapatan lainnya dari pemerintah. Seluruh nominal awalnya dicatat dalam dolar AS, sehingga nilai rupiahnya di bawah ini merupakan perkiraan dengan asumsi kurs Rp16.500 per 1 dolar AS, bukan kurs historis yang diverifikasi untuk setiap transaksi pada 2025, ya.

1. Amerika Serikat memimpin dengan kontribusi Rp117 triliun

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Oleksii Rozanov)

Amerika Serikat menempati peringkat pertama sebagai negara penyumbang dana terbesar untuk sistem PBB pada 2025. Total kontribusinya mencapai 7,094 miliar dolar AS atau sekitar Rp117,05 triliun. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat kontribusi Jerman yang berada di posisi kedua. Besarnya sumbangan AS menunjukkan peran keuangan negara tersebut dalam mendukung berbagai kegiatan internasional.

Kontribusi AS mencakup pembayaran wajib dan pendanaan sukarela untuk berbagai kebutuhan PBB. Menurut data UN CEB, kontribusi wajib ditentukan menggunakan formula yang mempertimbangkan kemampuan ekonomi negara, termasuk pendapatan nasional bruto, utang, dan pendapatan per kapita. Untuk anggaran reguler PBB, kontribusi wajib setiap negara dibatasi maksimal 22 persen, dan AS berada pada batas tersebut. Sementara itu, pendanaan untuk misi perdamaian menggunakan formula tersendiri, dengan tingkat kontribusi lebih tinggi bagi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

2. Jerman dan China menyusul di posisi kedua dan ketiga

ilustrasi Berlin, Jerman, Eropa (pexels.com/Mustafa Gökhan Ertin)

Jerman menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 3,462 miliar dolar AS atau sekitar Rp57,12 triliun. Sementara itu, China berada di peringkat ketiga dengan total kontribusi 2,726 miliar dolar AS atau sekitar Rp45 triliun. Kedua negara tersebut menjadi kontributor penting setelah AS dalam pendanaan sistem PBB. Meski demikian, jumlah kontribusi Jerman masih lebih besar daripada China dengan selisih sekitar 736 juta dolar AS atau Rp12,14 triliun.

Menariknya, perbandingan antara China dan India juga memperlihatkan perbedaan kontribusi yang cukup besar di antara negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia. China menyumbangkan sekitar 2,726 miliar dolar AS, sedangkan India berkontribusi 211 juta dolar AS atau sekitar Rp3,48 triliun. Artinya, kontribusi China mencapai hampir 13 kali lipat kontribusi India. Perbedaan ini menunjukkan bahwa besarnya populasi penduduk gak otomatis membuat suatu negara memberikan kontribusi keuangan yang sama besar kepada PBB.

3. Inggris dan Jepang masuk lima besar kontributor PBB

ilustrasi kota London, Inggris (pexels.com/Dominika Gregušová)

Inggris berada di posisi keempat dengan total kontribusi 2,518 miliar dolar AS atau sekitar Rp41,55 triliun. Jepang menyusul di peringkat kelima dengan kontribusi 2,171 miliar dolar AS atau sekitar Rp35,82 triliun. Kedua negara tersebut melengkapi lima besar kontributor pemerintah terbesar untuk sistem PBB pada 2025. Nilai kontribusi Inggris juga lebih tinggi sekitar 347 juta dolar AS atau Rp5,73 triliun dibandingkan Jepang.

Di luar lima besar, sejumlah negara maju lainnya juga memberikan kontribusi besar. Swedia berada di posisi keenam dengan 1,720 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,38 triliun, sedangkan Kanada menempati posisi ketujuh dengan 1,511 miliar dolar AS atau sekitar Rp24,93 triliun. Norwegia berada di urutan kedelapan dengan 1,414 miliar dolar AS atau sekitar Rp23,33 triliun. Belanda dan Korea Selatan melengkapi sepuluh besar dengan kontribusi masing-masing 1,297 miliar dolar AS dan 1,265 miliar dolar AS, setara sekitar Rp21,40 triliun dan Rp20,87 triliun.

4. Negara-negara Eropa mendominasi daftar kontributor terbesar

ilustrasi Sicily atau Sisilia, Italia (pexels.com/Allan Feitor)

Jika kamu memperhatikan daftar 10 besar, negara-negara Eropa memiliki peran yang cukup menonjol dalam mendanai sistem PBB. Jerman, Inggris, Swedia, Norwegia, dan Belanda termasuk di antara kontributor utama dari kawasan tersebut. Prancis dan Italia juga masuk dalam 20 besar, masing-masing dengan kontribusi 1,139 miliar dolar AS dan 1,086 miliar dolar AS. Jika dikonversikan ke rupiah, kontribusi Prancis mencapai sekitar Rp18,79 triliun, sedangkan Italia sekitar Rp17,92 triliun.

Keberadaan Swedia dan Norwegia juga menarik karena kedua negara tersebut memiliki kontribusi besar meskipun ukuran ekonominya gak sebesar AS, China, atau Jerman. Swedia bahkan menyumbangkan lebih banyak dana daripada Kanada, sementara Norwegia berada di atas Belanda dan Korea Selatan dalam peringkat kontribusi keseluruhan. Selain itu, Denmark, Swiss, Spanyol, dan Belgia juga masuk dalam 20 besar. Hal ini memperlihatkan bahwa pendanaan PBB melibatkan berbagai negara Eropa dengan kapasitas ekonomi yang berbeda-beda.

5. Indonesia berkontribusi sekitar Rp1,58 triliun

ilustrasi kota Jakarta, Indonesia (pexels.com/Tom Fisk)

Lalu, bagaimana posisi Indonesia dalam daftar tersebut? Indonesia berada di peringkat ke-46 dengan total kontribusi sebesar 96 juta dolar AS atau sekitar Rp1,58 triliun pada 2025. Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Meksiko yang menyumbangkan 145 juta dolar AS, tapi masih lebih tinggi daripada sejumlah negara lain yang berada di peringkat berikutnya. Di kawasan Asia Tenggara, Singapura tercatat menyumbangkan 84 juta dolar AS atau sekitar Rp1,39 triliun, sedangkan Malaysia berkontribusi 40 juta dolar AS atau sekitar Rp660 miliar.

Kontribusi Indonesia tersebut merupakan gabungan dari pembayaran wajib, pendanaan sukarela, dan pendapatan lainnya yang tercatat dalam data UN CEB. Perlu kamu pahami bahwa besarnya kontribusi keuangan tidak secara langsung menentukan kekuatan suara suatu negara dalam Majelis Umum PBB. Setiap anggota Majelis Umum tetap memiliki satu suara, terlepas dari jumlah dana yang disumbangkan. Sementara itu, anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto sebagai bentuk kewenangan tersendiri dalam pengambilan keputusan tertentu.

Amerika Serikat menjadi negara penyumbang dana terbesar untuk sistem PBB pada 2025 dengan kontribusi sekitar Rp117,05 triliun, disusul Jerman dan China. Negara-negara Eropa juga memiliki peran besar karena mendominasi sejumlah posisi dalam daftar 20 kontributor teratas. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-46 dengan kontribusi sekitar Rp1,58 triliun. Data ini memperlihatkan bahwa pendanaan PBB merupakan hasil kontribusi berbagai negara dengan kapasitas ekonomi dan prioritas yang berbeda-beda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article