Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumber Intelijen Mesir Bantah Abbas Kamel Berada di Pesawat ke Israel
Kepala Badan Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 30 Mei 2021. (x.com/IsraeliPM)
  • Sumber intelijen Mesir membantah Abbas Kamel berada di pesawat pribadi yang mendarat di Israel pada 26 September 2023; pesawat itu disebut membawa dua pengusaha Mesir.
  • Laporan sebelumnya menyebut Kamel memperingatkan Israel mengenai potensi serangan besar Hamas dan menyarankan konsesi ekonomi, namun Netanyahu membantah menerima peringatan tersebut.
  • Netanyahu mengaku tidak bertemu Kamel pada kunjungan itu, meski pernyataannya bertentangan dengan catatan PMO 2021; ia juga menolak komisi penyelidikan negara terkait serangan 7 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Sejumlah sumber intelijen membantah bahwa Kepala Badan Intelijen Umum Mesir (GIS) Abbas Kamel berada di dalam pesawat pribadi Mesir yang mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion, Israel, pada 26 September 2023. Bantahan ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebut Kamel datang untuk memperingatkan para pemimpin Israel mengenai rencana serangan Hamas.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengatakan Kamel berada di Israel pada tanggal tersebut, kendati mengaku tidak mengetahui siapa yang ditemui kepala GIS itu.

1. Pesawat Mesir disebut membawa dua pengusaha

Bandara Internasional Ben Gurion (commons.wikimedia.org/Pilettes)

Mengutip The Times of Israel, beberapa pejabat intelijen senior mengatakan kepada lembaga penyiaran publik KAN dan Channel 12 bahwa Kamel tidak berada di pesawat tersebut. Mereka menyebut pesawat itu membawa dua pengusaha Mesir yang mendarat di Israel pada 26 September 2023.

Pesawat milik perusahaan penerbangan sewaan Mesir, Smart Aviation, mendarat di Terminal Fattal pada pukul 09.50 waktu setempat dan menerima layanan darat dari QAS. Pesawat itu lantas kembali ke Kairo tanpa penumpang pada pukul 10.57.

Dilansir Jerusalem Post, KAN mencatat bahwa penerbangan tersebut tidak terdaftar sebagai penerbangan resmi maupun penerbangan yang berkaitan dengan keamanan. Kementerian Transportasi, Terminal Fattal, Otoritas Kependudukan dan Imigrasi, maupun Smart Aviation mengetahui identitas kedua pengusaha tersebut. 

Akan tetapi, pihak-pihak terkait menolak untuk memublikasikan nama-nama penumpang itu, sesuai dengan praktik privasi yang berlaku.

2. Laporan sebelumnya ungkap Kamel telah peringatkan Israel soal Hamas

Perayaan HUT ke-25 Hamas di Gaza. (commons.wikimedia.org/Fars Media Corporation)

Dalam laporannya, The Atlantic menyebut Kamel datang ke Israel pada 26 September 2023 untuk memperingatkan para pemimpin Israel tentang ancaman serangan besar Hamas. 

Saat itu, para pemimpin Israel berkumpul di Yerusalem untuk memperingati 50 tahun Perang Yom Kippur. Netanyahu menggambarkan serangan mendadak oleh Suriah dan Mesir dalam perang tersebut sebagai pelajaran tentang peringatan intelijen yang terabaikan dan keyakinan diri yang keliru.

Sekitar dua jam sebelum Netanyahu berpidato, sebuah jet Cessna sewaan mendarat di Bandara Ben Gurion. Pesawat itu berhenti di area terisolasi bandara yang digunakan untuk misi diplomatik dan keamanan sensitif. Kamel disebut datang untuk menjalankan misi yang sangat sensitif.

Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat Israel, Mesir, negara-negara Arab, Amerika Serikat, dan Eropa yang menerima informasi soal kunjungan tersebut setelah serangan 7 Oktober, Kamel menyampaikan bahwa Hamas tampaknya sedang bersiap melancarkan serangan besar. Ia memperingatkan bahwa waktu untuk mencegah bencana kian menipis dan menyarankan pemerintah Israel memberikan konsesi ekonomi kepada Hamas guna menghindari konflik.

Laporan di atas ialah salah satu dari serangkaian tuduhan yang menyebutkan bahwa Netanyahu telah menerima peringatan dini mengenai serangan besar dari Gaza menjelang tanggal 7 Oktober, tetapi tidak menindaklanjutinya. Netanyahu sendiri telah membantah keras tudingan tersebut dan justru menyalahkan aparat keamanan atas kegagalan intelijen terkait serangan Hamas.

3. Netanyahu bantah pernah bertemu dengan Kamel

Dalam wawancara dengan Channel 14 pada Selasa (13/10/2026), Netanyahu mengatakan dirinya tidak mengetahui siapa yang ditemui Kamel saat berada di Israel pada 26 September 2023. Ia juga membantah menerima peringatan mengenai rencana serangan Hamas.

"Dia tidak bertemu dengan saya, dia tidak berbicara dengan saya," ucap Netanyahu.

Netanyahu bahkan mengeklaim belum pernah bertemu dengan Kamel sebelum kunjungan tersebut.

"Kapan seorang kepala intelijen datang dan berbicara dengan seorang kepala negara? Hal itu tidak pernah terjadi pada saya sekalipun, oke? Tidak ada kejadian seperti itu," ujar Netanyahu.

Ujarannya di atas bertentangan dengan keterangan resmi Kantor PM Israel (PMO) yang menyebutkan bahwa Netanyahu telah bertemu dengan Kamel pada Mei 2021. PMO juga merilis foto Netanyahu dan Kamel berjabat tangan bersama pernyataan tersebut.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hari ini bertemu di kediaman Perdana Menteri di Yerusalem dengan Kepala Badan Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel dan delegasi pejabat senior," demikian bunyi pernyataan PMO saat itu melalui unggahan di X.

4. Netanyahu menolak pembentukan komisi penyelidikan negara

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (x.com/netanyahu)

Menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel pada 27 Oktober tahun ini, Netanyahu menolak pembentukan komisi penyelidikan negara untuk mengusut kegagalan mengantisipasi serangan Hamas pada 7 Oktober. Ia beralasan bahwa panel independen yang ditunjuk Mahkamah Agung akan bersikap bias terhadap pemerintah. Sebagai alternatif, ia mengusulkan panel yang ditunjuk anggota parlemen dengan mandat dan cakupan penyelidikan ditentukan oleh politisi.

Akan tetapi, pemerintah Israel belum membentuk penyelidikan dalam bentuk apa pun selama tiga tahun sejak serangan Hamas tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article