Perayaan HUT ke-25 Hamas di Gaza. (commons.wikimedia.org/Fars Media Corporation)
Dalam laporannya, The Atlantic menyebut Kamel datang ke Israel pada 26 September 2023 untuk memperingatkan para pemimpin Israel tentang ancaman serangan besar Hamas.
Saat itu, para pemimpin Israel berkumpul di Yerusalem untuk memperingati 50 tahun Perang Yom Kippur. Netanyahu menggambarkan serangan mendadak oleh Suriah dan Mesir dalam perang tersebut sebagai pelajaran tentang peringatan intelijen yang terabaikan dan keyakinan diri yang keliru.
Sekitar dua jam sebelum Netanyahu berpidato, sebuah jet Cessna sewaan mendarat di Bandara Ben Gurion. Pesawat itu berhenti di area terisolasi bandara yang digunakan untuk misi diplomatik dan keamanan sensitif. Kamel disebut datang untuk menjalankan misi yang sangat sensitif.
Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat Israel, Mesir, negara-negara Arab, Amerika Serikat, dan Eropa yang menerima informasi soal kunjungan tersebut setelah serangan 7 Oktober, Kamel menyampaikan bahwa Hamas tampaknya sedang bersiap melancarkan serangan besar. Ia memperingatkan bahwa waktu untuk mencegah bencana kian menipis dan menyarankan pemerintah Israel memberikan konsesi ekonomi kepada Hamas guna menghindari konflik.
Laporan di atas ialah salah satu dari serangkaian tuduhan yang menyebutkan bahwa Netanyahu telah menerima peringatan dini mengenai serangan besar dari Gaza menjelang tanggal 7 Oktober, tetapi tidak menindaklanjutinya. Netanyahu sendiri telah membantah keras tudingan tersebut dan justru menyalahkan aparat keamanan atas kegagalan intelijen terkait serangan Hamas.