Jakarta, IDN Times - Parlemen Taiwan menyetujui tiga usulan referendum nasional dalam pemungutan suara partisan pada Jumat (14/8/2026), termasuk referendum untuk memperkenalkan hukuman cambuk bagi pelaku kejahatan seksual dan penipuan berat. Dua referendum lainnya berkaitan dengan kebijakan energi nuklir dan penggunaan denda lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan jalan.
Ketiga referendum tersebut kemungkinan digelar bersamaan dengan pemilihan lokal untuk wali kota dan kepala kabupaten Taiwan pada November mendatang. Namun, usulan itu masih harus mendapat persetujuan resmi dari komisi pemilihan yang akan menetapkan tanggal pemungutan suara.
Referendum mengenai hukuman cambuk disahkan dengan selisih tipis, yakni 52 suara mendukung dan 51 menentang. Usulan yang diajukan kelompok oposisi Nasionalis China, Kuomintang (KMT), itu meminta pemerintah membuat sistem hukuman cambuk yang dijatuhkan pengadilan bagi pelaku penyerangan seksual, pelecehan anak, serta penipuan berat atau kompleks.
